Scroll untuk baca artikel
Persona

Kades Hoho, Ubah Kesan Tato dari Kriminal Jadi Karya Seni

×

Kades Hoho, Ubah Kesan Tato dari Kriminal Jadi Karya Seni

Sebarkan artikel ini

WAWAINEWS – Welas Yuni Nugroho atau yang akrab disapa dengan nama Hoho Alkaff, mengubah kesan orang bartato identik dengan kejahatan dan kriminal.

Namanya beberapa tahun lalu sempat viral di berbagai platform media sosial. Karena, tubuhnya yang dipenuhi dengan tato membuat jagat maya menjadi ikutan geger.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Terlebih selama ini banyak orang yang sudah memandang seseorang yang bekerja di perangkat daerah kota sama sekali tak boleh memiliki tato.

BACA JUGA :  Pulau Tidore Simpan dua Potensi Situs Bawah Air

Hoho Alkaff, menjabat sebagai seorang kepala desa meski sekujur tubuhnya hampir di penuhi tato.

Kondisi badannya dipenuhi tato menjadikannya menyerupai gangster atau mafia Jepang.

Hoho mengakui bahwa alasan merajah tubuhnya lantaran dirinya menyukai gambar tato sejak kecil.

Justru Kades Hoho mengatakan bahwa tato merupakan karya seni yang bernilai tinggi.

Mungkin ada yang mengatakan bahwa sikap Kades Hoho akan sangat galak dan sering marah

BACA JUGA :  Profil I Komang Koheri, Plt Bupati Lampung Tengah: Dari Pedagang Beras hingga Nahkoda Sementara di Tengah Badai Politik

Maka dari itu tak heran jika warga sekitar justru sangat tersanjung dengan sikap yang diambil oleh Kades Hoho.

Setelah ditelusuri, ternyata Kades Hoho juga sempat tampil dalam sebuah film pendek yang diunggah oleh kanal YouTube Bowo Prasasty.

Dalam video itu sang kades terlihat turun dari mobil sedan warna hitam di sebuah jalan desa yang membelah area persawahan.

BACA JUGA :  Kiprah ST Burhanuddin Melalui Gagasan Keadilan Restoratif dan Revolusioner

Setelah turun ia membuka bajunya dan hanya bercelana pendek, ia pun keluar dari mobil sambil menenteng golok.

Kades Hoho dalam film pendek itu mendatangi tiga anak muda yang sedang nongkrong dan pesta miras.

KadesHoho segera membubarkan sambil menasehati ketiganya agar tidak minum miras.

Sang kades meminta ketiganya agar sadar bahwa minum miras tidak ada gunanya. (bbs)