BEKASI — Kios ayam geprek yang biasanya identik dengan aroma gurih dan antrean pelanggan mendadak berubah jadi lokasi kriminal paling dingin secara harfiah dan metaforis. Sebuah jasad ditemukan di dalam freezer penyimpanan daging di kawasan Bekasi, menguak kasus pembunuhan yang kini menyeret sesama rekan kerja sebagai terduga pelaku.
Korban diketahui bernama Abdul Hamid (39), seorang karyawan yang sehari-hari bekerja sebagai penjaga kios “Chicken Alfasa” di wilayah Serang Baru. Ia ditemukan dalam kondisi terbungkus kain di dalam freezer tempatnya bekerja sebuah detail yang membuat kasus ini tak hanya tragis, tapi juga mengerikan.
Peristiwa ini bermula saat pemilik kios pulang mudik ke Cilacap sejak 18 Maret 2026. Kios ditinggalkan dengan tiga karyawan:
- SMN (pelayan)
- ANC (juru masak)
- Abdul Hamid (penjaga kios)
Dua karyawan lainnya pulang ke daerah masing-masing satu ke Karawang, satu lagi ke Cibatu. Sementara korban tetap tinggal di ruko karena tidak memiliki keluarga.
Namun saat pemilik kembali pada 28 Maret, situasi berubah janggal:
- Korban tidak terlihat
- Dua karyawan lainnya tak bisa dihubungi
- Dua motor dan uang Rp500 ribu hilang
Rasa curiga berujung pada penemuan yang tak terbayangkan jasad korban di dalam freezer.
Penyelidikan berkembang cepat. Polisi menemukan fakta bahwa korban tidak hanya dibunuh, tetapi juga dimutilasi. Bagian tubuh korban tangan dan kaki ditemukan terpisah di wilayah Bogor.
Jika sebelumnya ini tampak seperti kasus pembunuhan biasa, fakta mutilasi mengubahnya menjadi kejahatan serius dengan dugaan upaya menghilangkan jejak.
Tim Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya bergerak cepat. Dua terduga pelaku berhasil diamankan di kawasan persawahan di Majalengka.
Keduanya diketahui berinisial DS alias A dan S yang diduga kuat merupakan rekan kerja korban sendiri.
Menurut keterangan polisi, saat ini penyidik masih mendalami:
- Motif pembunuhan
- Peran masing-masing pelaku
- Rangkaian kejadian secara utuh
- Dugaan upaya penghilangan barang bukti
Kasus ini seperti menampar realita dengan cara paling dingin. Tempat yang seharusnya menjadi ruang kerja sederhana berubah jadi lokasi kejahatan brutal.
Ironisnya:
- Pelaku dan korban bekerja di tempat yang sama
- Tinggal di ruang yang sama
- Namun berakhir dalam tragedi yang sulit dicerna logika
Di tengah ekonomi yang serba menekan, konflik kecil bisa berubah menjadi ledakan besar dan kali ini, berujung maut.***









