Meski demikian imbuhnya, tentunya berdampak pada penghuni TNWK. Kebakaran yang terjadi jelasnya menghabiskan semak-semak yang membuat sejumlah satwa melata menjadi korban seperti ular, trenggiling dan beberapa unggas yang tidak bisa terbang.
“Kebakaran yang terjadi di lahan terbuka juga berpengaruh pada satwa meskipun tidak dengan satwa kunci seperti gajah, harimau dan badak,” terang Sukatmoko.
BACA JUGA: Ribuan Hektar Lahan TNWK di Lampung Timur Kembali Terbakar, Ini Penjelasannya
Selama dua bulan terakhir, luas lahan yang TNWK yang mengalami kebakaran kurang lebih 200 hektare, yang terjadi di tiga lokasi yaitu Seksi 1 Way Kanan, Seksi 2 Bungur dan Seksi 3 Kuala Penet.
Untuk proses pemadaman api, pihak Balai TNWK, Polri, TNI, mitra kerja Balai TNWK dan masyarakat penyangga.
Peralatan yang mendukung tangki manual, mobil pemadam dua unit, sepeda motor pemadam.
BACA JUGA: Formapa Pertanyakan Realisasi Santunan bagi Korban Serangan Gajah Liar dari TNWK
“Untuk masyarakat melakukan dengan sukarelawan, karena mereka sadar tinggal di perbatasan hutan,” kata Sukatmoko.
Sukatmoko ketika ditanya penyebab kebakaran ia menyampaikan penyebabnya adalah persoalan klasik yaitu ulah manusia yang melakukan kegiatan ilegal dalam hutan. Diduga tujuannya seperti perburuan. (*)












