Scroll untuk baca artikel
AdvertorialParlementaria

Ketua DPRD Bekasi Hadiri Deklarasi Sahabat MUI, Dorong Masjid Jadi Pusat Ekonomi Umat

×

Ketua DPRD Bekasi Hadiri Deklarasi Sahabat MUI, Dorong Masjid Jadi Pusat Ekonomi Umat

Sebarkan artikel ini
Ketua DPRD Kota Bekasi Sardi Effendi menghadiri Tahrib Ramadhan sekaligus Deklarasi Sahabat MUI di Islamic Centre, Sabtu (14/2) - foto doc

KOTA BEKASI – Menyambut bulan suci, suasana Tahrib Ramadhan di Islamic Center Kota Bekasi, Sabtu (14/2/2026), tak hanya dipenuhi lantunan doa, tetapi juga semangat kolaborasi. Momentum tersebut sekaligus menjadi ajang Deklarasi Sahabat MUI Kota Bekasi sebuah wadah baru yang diharapkan memperkuat peran keumatan di Kota Patriot.

Ketua DPRD Kota Bekasi, Sardi Effendi, hadir langsung dalam kegiatan tersebut. Baginya, lahirnya Sahabat MUI bukan sekadar penambahan struktur organisasi, melainkan penegasan komitmen bersama membangun kota secara spiritual dan sosial.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

“Harapan saya, Sahabat MUI tidak hanya fokus pada program keummatan dalam arti ibadah semata, tetapi juga membangun pemberdayaan ekonomi masyarakat,” ujar Sardi.

BACA JUGA :  Mengalirkan Empati Lewat Kurban, Seruan Politisi PPP Kota Bekasi di Tengah Tantangan Ekonomi

Dalam pandangannya, masjid memiliki potensi jauh melampaui fungsi ritual. Masjid adalah titik temu umat ruang interaksi, diskusi, hingga pusat penguatan ekonomi berbasis jamaah.

Sardi mendorong agar Sahabat MUI mampu berkolaborasi dengan masjid-masjid di Kota Bekasi untuk menggerakkan sektor UMKM. Ia menilai penguatan ekonomi umat bisa dimulai dari lingkungan terdekat, dengan memanfaatkan jejaring masjid sebagai simpul pemberdayaan.

“Kedepan Sahabat MUI Kota Bekasi mudah-mudahan bisa berkolaborasi dengan masjid dalam penguatan sektor UMKM,” tambahnya.

Pesan yang disampaikan cukup jelas: ibadah vertikal kepada Ilahi harus sejalan dengan ikhtiar horizontal untuk kesejahteraan sesama.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bekasi, KH Saifuddin Siroj, menyambut positif lahirnya Sahabat MUI. Ia menilai masih banyak persoalan umat yang memerlukan perhatian dan sinergi lintas elemen.

BACA JUGA :  Fraksi PKS Minta Disdik Blak-Blakan Data Calon Siswa SMPN Jalur Afirmasi

“Sahabat MUI Kota Bekasi punya status dan peran strategis dalam menjaga keumatan di Kota Bekasi,” tegasnya.

Sahabat MUI Kota Bekasi dipimpin oleh Ustadz Ismail Ibrahim sebagai ketua, didampingi Sekretaris Ustadz Hidayatullah dan Hendri Hamzah, dengan jajaran pengurus yang berasal dari berbagai ormas Islam di Kota Bekasi. Komposisi ini mencerminkan semangat kolaboratif lintas latar belakang.

Dalam deklarasinya, Sahabat MUI menyampaikan lima komitmen utama, di antaranya kesiapan menjaga Kota Bekasi dari berbagai potensi ancaman yang dapat merusak tatanan sosial, serta bersinergi dengan MUI dan Pemerintah Kota dalam menegakkan nilai kebaikan dan mencegah kemungkaran.

BACA JUGA :  Diskominfostandi Kota Bekasi Gencarkan Diseminasi Layanan Patriot Siaga 112 di Kecamatan Rawalumbu

Tujuan akhirnya: mewujudkan Kota Bekasi yang ihsan baik secara moral, sosial, maupun spiritual.

Di tengah dinamika perkotaan yang terus berkembang, tantangan keumatan tak lagi sederhana. Isu sosial, ekonomi, hingga moralitas menjadi pekerjaan rumah bersama. Karena itu, deklarasi ini bukan sekadar seremoni, melainkan panggilan tanggung jawab.

Bagi Sardi Effendi, pembangunan kota tidak cukup hanya dengan beton dan infrastruktur. Ada fondasi lain yang tak kalah penting: akhlak, solidaritas, dan ekonomi umat yang kuat.

Dan Ramadhan, seperti biasa, menjadi pengingat bahwa membangun kota bisa dimulai dari hati lalu diwujudkan dalam kerja nyata.***