WAWAINEWS.ID – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Lampung Timur menggelar sosialisasi tahapan Pemilu 2024 yang dirangkai dalam Kirab Pemilu dan akan hadir di 142 desa di wilayah setempat.
Kirab Pemilu 2024 dimulai dari Gedung Pusiban Sukadana dibuka langsung Bupati Lampung Timur M.Dawam Rahardjo dan Wakil Bupati Azwar Hadi dengan disaksikan jajaran Forkopimda, Kepala OPD, beserta Para Ketua Partai Politik.
Acara diawali dengan penyerahan bendera kirab dari Ketua KPU Lampung Tengah kepada Ketua KPU Lampung Timur dilanjutkan deklrasi dan pendantanganan pemilu damai oleh para ketua Parpol, Ketua KPU dan Bawaslu serta jajaran Forkopimda.
BACA JUGA : Ria Ramadhani Atlet Juara Karate O2SN Tingkat Lampung, Dikunjungi Camat Sekampung Udik
Bupati Lamtim M Dawam Rahardjo dalam kesempatan tersebut mengucapkan selamat datang kepada Ketua KPU Provinsi Lampung dan Ketua KPU Lampung Tengah, di Bumei Tuwah Bepadan, Kabupaten Lampung Timur, serta kepada seluruh peserta kirab pemilu.
Semoga kegiatan yang akan kita laksanakan dapat berjalan lancar, serta tercapainya maksud dan tujuan yang diharapkan.
Bupati Lampung Timur, Dawam Rahardjo menyampaikan bahwa sesuai dengan jadwal, yang telah ditetapkan oleh KPU Republik Indonesia, pelaksanaan Pemilu serentak digelar 2024 yang meliputi pemilihan presiden dan wakil presiden, anggota DPRD Kabupaten / Kota.
BACA JUGA : Meski Minim Perhatian Pemkab, Tetap Setia Membela Lampung Timur
Kemudian dilanjut dengan pemilihan Kepala Daerah, meliputi Pemilihan Gubernur dan wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, Walikota dan Wakil walikota.
Bupati Dawam berharap melalui kirab tersebut proses pemilu berjalan damai bersih dan bermartabat.
“Sejatinya cita-cita Pemilu adalah tetap menjaga keutuhan persatuan dan kesatuan bangsa, semoga pemilu tahun ini berjalan lancar,”kata M.Dawam.
Acara diakhiri dengan pelepasan pawai kirab pemilu oleh Ketua KPU Provinsi beserta jajaran Forkopimda Lamtim.
BACA JUGA : Bupati Lampung Timur Pimpin Gerakan Nasional Pembagian 10 Juta Bendera Merah Putih
Ketua KPU Lamtim Wasiat Jarwo Asmoro menjelaskan, kirab Pemilu diikuti 4000 peserta. Dari jumlah tersebut 1.824 di antaranya adalah penyelenggara adhoc. Kemudian, lainnya dari partai politik dan penyelenggara adhoc Bawaslu.