LAMPUNG TIMUR – Sejarah, mistis, dan kisah asmara ternyata bisa bertemu di satu titik: Kolam Megalitikum Taman Purbakala Pugung Raharjo, Kecamatan Sekampung Udik, Lampung Timur. Tempat ini bukan sekadar situs bersejarah, tapi juga sudah seperti “waterpark” spiritual dengan jam operasional unik: tengah malam hingga subuh.
Konon, air kolam yang mengalir di area situs purbakala tersebut dipercaya punya daya mistis tertentu. Bukan hanya warga sekitar, tapi juga orang dari luar daerah rela menembus gelapnya malam demi merasakan sensasi mandi di sana.
“Banyak yang datang malam-malam, kadang jam 12 malam, bahkan jam 3 dini hari untuk mandi di kolam taman purbakala,” ungkap seorang warga yang kerap dimintai tolong mengantar.
Spa Malam Versi Megalitikum
Kalau spa modern menyediakan pijat refleksi, masker lumpur, dan aromaterapi, Pugung Raharjo punya paket berbeda: mandi di kolam purbakala ditemani kodok, kabut tipis, kadan ular kobra.
Ya, pernah ada kisah tiga perempuan yang nekat mandi jam 3 pagi. Belum sempat nyebur, mereka dicegat seekor ular kobra besar di tangga masuk kolam. Bukannya panik, warga yang menemani justru santai saja: cukup bilang, “pergi” dan sang kobra langsung minggat, seolah ular itu pun paham sopan santun.
Ritual Lintas Agama di Kolam Tengah Malam
Tak hanya itu, kolam ini juga menjadi arena “solidaritas lintas iman”. Pernah lima pria dari Jawa datang khusus tengah malam. Uniknya, agamanya berbeda-beda: Islam, Kristen, Katolik, Hindu, dan Buddha.
“Mereka minta diantar ke pemandian, mandi bareng tengah malam. Entah untuk ritual apa. Tapi bisa jadi itu cara mereka mempererat persaudaraan antaragama,” ujar warga dengan nada bingung sekaligus kagum.
Kalau forum resmi antaragama biasanya dilakukan lewat seminar, Pugung Raharjo rupanya menawarkan versi basah-basahan di bawah bulan purnama.
Drama Pacaran Tersesat
Tak berhenti di situ, ada juga kisah pacaran yang berujung horor komedi. Suatu sore, seorang janda bersama anak kecil dan pasangannya datang dari Panjang dan Sribhawono untuk jalan-jalan di situs purbakala. Namun ketika hendak pulang, mereka justru tidak bisa keluar dari area taman.
Bukan karena portal terkunci, melainkan karena mereka mondar-mandir di pintu gerbang tanpa menemukan jalan keluar. Warga yang mendengar tangisan anak akhirnya datang menolong. Ternyata pasangan itu sudah “nyasar di tempat yang sama” sampai tengah malam.
Kalau biasanya pasangan pacaran takut ketahuan satpam, kali ini satpam gaib yang diduga ikut menguji kesetiaan.
Antara Wisata Sejarah, Spa Mistis, dan Drama Pacaran Nyasar
Taman Purbakala Pugung Raharjo sendiri punya sejarah panjang, menyimpan peninggalan megalitikum berupa batu-batu besar, benteng tanah, hingga arca. Para arkeolog menilainya sebagai pusat peradaban kuno, tapi masyarakat setempat menambahkan bab baru: pusat peradaban mistis dan kisah romantis nyeleneh.
Warga mengingatkan, meski menarik dan penuh cerita, pengunjung sebaiknya tidak sembarangan berbuat di lokasi tersebut. Sebab, di balik aura wisata sejarah, ada aturan tak tertulis yang harus dihormati.
Toh, tak semua tempat wisata menyediakan “paket lengkap”: mandi tengah malam, dikejar kobra, ritual lintas agama, sampai pacaran nyasar di pintu gerbang. Kalau bukan Pugung Raharjo, di mana lagi?.***













