Scroll untuk baca artikel
Hukum & Kriminal

Lagi, Orgen Tunggal di Lampung Timur Makan Korban

×

Lagi, Orgen Tunggal di Lampung Timur Makan Korban

Sebarkan artikel ini
Pembubaran hiburan orgen tunggal terjadi pada Sabtu malam 6 Mei 2023 sekira pukul 22.40 WIB.
Pembubaran hiburan orgen tunggal terjadi pada Sabtu malam 6 Mei 2023 sekira pukul 22.40 WIB.- foto dok wawai

LAMPUNG TIMUR – Lagi, pesta orgen tunggal di Lampung Timur makan korban. Kali ini terjadi di Desa Pugung Raharjo, Kecamatan Sekampung Udik, Kabupaten Lampung Timur.

Seorang pemuda jadi korban penikaman oleh tetangganya sendiri hingga mengalami tiga tusukan senjata tajam.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Peristiwa itu terjadi pada Rabu Februari 2024 lalu, di sebuah hajatan dengan hiburan orgen tunggal di kediaman Siti Dusun III (Ledoan) Desa Pugung Raharjo, Kec Sekampung Udik, Lampung Timur.

BACA JUGA :  Alamaak, Anak yang Penggal Ayah Kandung di Lamteng Tewas Bunuh Diri

Korban diketahui bernama Habib (21) warga Dusun Kemiling mengalami 3 luka tikaman dan mendapatkan perawatan di puskesmas setempat.

Untungnya pelaku berhasil diselamatkan, tidak sampai tewas seperti ditempat lainnya.

Informasi yang berhasil dihimpun peristiwa bermula dari acara hajatan dan hiburan orgen tunggal hingga pukul 23.00 Wib.

Pelaku bernama Dodi yang dalam kondisi mabuk miras tiba-tiba menikam korban menggunakan pisau jenis laduk.

BACA JUGA :  Organ Tunggal Lewat Malam Siap Disidik, Polsek Tanjung Bintang Pasang Alarm Hukum

“Saya tidak tau salah saya apa sehingga saya ditusuk , padahal sebelumnya saya merasa tidak pernah ada masalah dengan dia” kata Korban.

Terpisah Kapolsek Sekampung Udik, Iptu Eko Budiarto saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut.

“Kami amankan saja, dan mereka damai” kata Kapolsek, Selasa 5/3/24 dilansir dari radar24.

Menurut Kapolsek pelaku dan korban masih bertetangga sehingga mereka sudah minta damai dari awal.

BACA JUGA :  Kasus Penganiayaan Wartawan di Tanggamus Belum Ada Kejelasan, Sumantri : Apa Harus Pakai Hukum Rimba?

“Memang dari awal kejadian saya nggak mau kalau langsung damai di desa biar ada efek jera kami interogasi dulu” ungkapnya.***