BOGOR – Aksi licik komplotan perampok bermodus investasi bodong di Babakan Madang akhirnya terbongkar. Tak sekadar menipu, salah satu pelaku bahkan nekat bersandiwara berpura-pura jadi korban dengan tangan diikat demi mengelabui target dan menggondol uang ratusan juta rupiah.
Kapolsek Babakan Madang, Trias Karso Yuliantoro, mengungkapkan skenario kejahatan ini dimulai dari rayuan investasi menggiurkan. Korban berinisial T dihubungi pelaku MF yang menjanjikan keuntungan besar dalam waktu singkat.
Tanpa curiga, korban bersama rekannya mengumpulkan dana hingga sekitar Rp125 juta. Uang itu kemudian dibawa ke lokasi pertemuan yang telah diatur pelaku.
“Korban T menyiapkan dana bersama teman-temannya, total kurang lebih Rp125 juta,” ujar Trias, Selasa (7/4/2026).
Pertemuan awal berjalan mulus. Korban dan pelaku bahkan sempat berada dalam satu mobil Mitsubishi Xpander hitam. Namun, di tengah perjalanan, skenario mulai dimainkan.
MF yang sejak awal berperan sebagai “penghubung investasi” tiba-tiba ikut bergabung dalam mobil korban. Tak lama, saat tiba di lokasi sepi di Desa Cijayanti, sebuah mobil Toyota Calya hitam menghadang.
Lima orang turun dari mobil tersebut bukan investor, melainkan eksekutor.
Korban langsung diseret keluar dari kendaraan dan menjadi sasaran kekerasan. Ia diinjak-injak, ditodong benda yang diduga airsoft gun, hingga tak berkutik.
“Korban mengalami kekerasan fisik, diinjak-injak oleh pelaku sambil ditodong senjata,” jelas Trias.
Di saat situasi memanas, drama pun dimulai. Dua pelaku lain pura-pura “menyelamatkan” situasi dengan mengikat tangan MF seolah-olah ia juga korban. Padahal, itu hanya sandiwara yang sudah dirancang matang.
Sementara perhatian korban terpecah, pelaku YS dengan leluasa mengambil uang Rp125 juta yang sudah dikumpulkan.
Setelah itu? Semua pelaku, termasuk MF yang “berakting” sebagai korban, kabur meninggalkan lokasi.
Tak butuh waktu lama, polisi bergerak. Tim dari Polsek Babakan Madang berhasil meringkus empat pelaku yang terlibat dalam komplotan ini.
“Penyelidikan kami berhasil mengamankan empat orang terduga pelaku,” tegas Trias.
Keempat tersangka memiliki peran berbeda:
- MF: mencari dan menjebak korban
- YS: eksekutor pengambil uang
- N: penyedia kendaraan operasional
- A: sopir sekaligus pembantu aksi
Kini, seluruh pelaku telah resmi ditetapkan sebagai tersangka setelah polisi mengantongi alat bukti yang cukup.***













