Arus mudik mulai bergerak dari Pelabuhan Ciwandan dan Merak menuju Sumatra. ASDP meningkatkan standar keselamatan kapal di tengah potensi cuaca ekstrem di Selat Sunda.
LAMPUNG SELATAN — Arus mudik Idulfitri 2026 mulai terasa di jalur penyeberangan Jawa–Sumatra. Di tengah pergerakan pemudik yang perlahan meningkat, operator penyeberangan PT ASDP Indonesia Ferry memperketat standar keselamatan operasional kapal di lintasan Selat Sunda, terutama menghadapi potensi cuaca ekstrem.
Langkah pengamanan dilakukan melalui pemantauan cuaca secara intensif, pengecekan kesiapan armada kapal, serta penguatan koordinasi lintas instansi di pelabuhan.
General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Utama Bakauheni, Partogi Tamba, mengatakan kondisi cuaca menjadi faktor krusial dalam operasional penyeberangan selama musim mudik.
Menurutnya, perusahaan terus memantau perkembangan cuaca dengan dukungan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika.
“Tentu saja BMKG menjadi partner kami dalam memantau perkembangan cuaca terkini di perairan Selat Sunda,” kata Partogi di Lampung Selatan, Sabtu (14/3/2026).
Pengawasan Ketat Sebelum Kapal Berlayar
Partogi menjelaskan setiap kapal yang akan beroperasi harus melalui serangkaian pengecekan sebelum diberangkatkan. Pengawasan tersebut mencakup kesiapan teknis kapal hingga kondisi cuaca di jalur pelayaran.
Dalam operasionalnya, PT ASDP Indonesia Ferry juga berkoordinasi dengan sejumlah instansi terkait, di antaranya:
- Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP)
- Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD)
- Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG)
- Tentara Nasional Indonesia
- Kepolisian Negara Republik Indonesia
“Kami juga diberi akses oleh BMKG untuk memantau langsung kondisi terkini di perairan Selat Sunda. Keselamatan pengguna jasa adalah prioritas utama kami,” ujar Partogi.
Pemudik Motor Mulai Berdatangan
Sementara itu, pergerakan pemudik mulai terlihat di Pelabuhan Ciwandan.
Pantauan di lapangan pada Sabtu (14/3/2026) menunjukkan antrean kendaraan roda dua mulai memasuki area pelabuhan untuk menyeberang menuju Sumatra. Kendaraan dengan pelat nomor wilayah Jabodetabek terlihat mendominasi antrean.
Sebagian besar pemudik membawa berbagai barang bawaan di sepeda motor, mulai dari tas ransel hingga bungkusan besar yang diikat di bagian belakang kendaraan.
Petugas pelabuhan terus mengingatkan pemudik untuk mematikan mesin kendaraan saat antre melalui pengeras suara.
“Di jalan masih lancar, mungkin karena saya berangkat lebih awal. Tapi tidak apa-apa, minggu depan sudah mulai libur kerja,” kata Andi, seorang pemudik asal Jakarta.
Merak Masih Ramai Lancar
Di sisi lain, arus mudik kendaraan pribadi di Pelabuhan Merak terpantau masih ramai namun relatif lancar.
Hingga siang hari pada H-7 Lebaran, antrean kendaraan belum menunjukkan kepadatan signifikan.
“Sengaja berangkat sekarang supaya tidak kena macet di jalan dan antre lama di pelabuhan,” kata Andre, pemudik asal Tangerang.
Data Penyeberangan H-8 Lebaran
Berdasarkan data Posko Merak yang mencakup Pelabuhan Merak, Pelabuhan Ciwandan, dan Pelabuhan BBJ Bojonegara, tercatat 219 trip kapal beroperasi selama periode 24 jam pada 13 Maret 2026 (H-8 Lebaran).
Jumlah penumpang yang menyeberang dari Jawa ke Sumatra mencapai 50.362 orang, turun 23,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 65.554 orang.
Sementara itu:
- Kendaraan roda dua: 1.431 unit (turun 49,6 persen)
- Kendaraan roda empat: 6.380 unit (turun 9 persen)
- Truk logistik: 3.252 unit (turun 18,3 persen)
- Bus: 503 unit (turun 32,9 persen)
Secara keseluruhan, total kendaraan yang menyeberang mencapai 11.566 unit, turun 20,7 persen dibandingkan tahun lalu sebanyak 14.577 unit.
Adapun akumulasi penumpang dari H-10 hingga H-8 Lebaran tercatat 126.276 orang, atau turun 18,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.***












