Meskipun mereka telah berkali-kali salah memprediksi kemenangan antara lain Anies di Jakarta, Sudirman Said di Jawa Tengah, Sudrajat di Jabar, dan lainnya, lembaga ini tidak berusaha untuk mengevaluasi secara serius soal metodologi dan kejujuran dalam survei.
Saya sebagai sosok yang dulu menempuh pendidikan kuliah ilmu pengukuran atau Survei dan Pemetaan di ITB (Teknik Geodesi) dan melakukan metodologi survei kuantitatif ketika kuliah S3, sangat yakin bahwa fenomena Muhaimin itu hanya bisa dijelaskan melalui pemahaman utuh ilmu-ilmu sosiologi, politik, psikologi massa, antropologi, dan lainnya.
BACA JUGA: PKS Meradang Izin Senam Bersama Anies Dibatalkan Sepihak, Herkos Sebut Pemimpin Kota Bekasi Diktator
Dengan kajian sosial yang matang maka kita tahu Muhaimin Iskandar saat ini adalah tokoh besar. Lebih besar dari semua prediksi lembaga-lembaga survei dan lainnya. Muhaimin Iskandar Uber Alles.
Penutup
Keberhasilan Muhaimin Iskandar menghipnotis ratusan ribu massa rakyat di Malang dengan isu perubahan, khususnya bidang pendidikan, menunjukkan Muhaimin bukanlah tokoh biasa.
Fenomena ini justru menunjukkan Muhaimin adalah tokoh besar bangsa ini yang sedang membimbing kita untuk perubahan (change!).
BACA JUGA: Giliran Golkar Mau Diambil Paksa, Untuk Jegal Anies
Berbagai “under estimate” dari lembaga survei dan tokoh-tokoh politik di Indonesia, menunjukkan kegagalan mereka melihat adanya fenomena ketokohan Muhaimin.
Bagi kaum perubahan justru ini adalah suatu momentum yang ditunggu, sinergi total dua tokoh perubahan bangsa, Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar.
Tentu sambi terus berdoa pada Sang Pencipta. Sinergi ini diharapkan memberikan energi fusi yang sangat dahsyat.
BACA JUGA: Ojek Online dan Pertaruhan Nasib Bersama Anies Baswedan
Mungkin energi ini akan mengantarkan Anies-Muhaimin menang dalam satu putaran.
Muhaimin di atas segala prasangka yang meremehkan. Muhaimin Uber Alles. (*)