Scroll untuk baca artikel
Hukum & Kriminal

Murid Kelas 6 di Lampung Timur 4 Kali Mendapat Perlakuan Tak Senonoh dari Guru Sendiri

×

Murid Kelas 6 di Lampung Timur 4 Kali Mendapat Perlakuan Tak Senonoh dari Guru Sendiri

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi
Ilustrasi

WAWAINEWS – Terkuak, seorang murid kelas 6 Sekolah Dasar (SD) di Lampung Timur, sudah 4 kali mendapatkan perlakuan tak senonoh alias cabul dari gurunya sendiri.

Tak tanggung-tanggung seorang Guru SD yang melakukan perbuatan tak senonoh tersebut berstatus sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) diketahui berulang kali.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Perbuatan cabul itu telah dilakukannya selama empat kali, terakhir dilakukan pada 10 Januari 2022.

Guru cabul tersebut diketahui berinisial ESS alias Eko berstatus sebagai guru di salah SD wilayah Batanghari, Lampung Timur. ESS adalah warga Desa Banjar Rejo, Batanghari Lampung Timur.

Sementara korbannya sebut saja Mawar 12 tahun saat ini masih duduk dibangku kelas VI SD. Saat ini korban mengalami trauma, ketakutan atas perlakuam sang guru cabul terhadap dirinya.

BACA JUGA :  Aksi Dugaan Premanisme di Kafe Remang-remang Way Halim Undang Reaksi Keras Laskar Lampung

Hal tersebut terungkap atas laporan masyarakat kepada Yayasan AKRAP. Korban mengaku bahwa guru cabul itu memeluk, menciumi dan menggerayangi tubuh sensitif korban.

“Iya betul laporan dari masyarakat, dan nanti kita akan berikan pelayanan melalui UPTD PPPA Lampung Timur, untuk membantu pemulihan trauma korban” ujar, Edi Arsadad Ketua Yayasan AKRAP, Sabtu (26/02/22).

Dikatakan pihaknya akan segera menindaklanjuti pengaduan warga dan segera berkoordinasi dengan Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak (PPPA) kabupaten Lampung Timur.

Edi pun mengapresiasi langkah masyarakat yang peduli dengan lingkungan, dan dengan cepat melaporkan peristiwa tersebut.

“Ini adalah sebuah kemajuan, ketika Lingkungan semua sudah mau perduli, kita pasti tindaklanjuti baik pendampingan hukum maupun pelayanan bagi pemulihan korban” ungkapnya mengapresiasi.***