KOTA BEKASI — Kursi Ketua Relawan Samatri Chapter Pondok Gede kembali menjadi milik Rojali. Dalam Musyawarah Kecamatan (Muscam) untuk periode 2026–2029, petahana itu unggul telak dengan meraih lima suara, sementara penantangnya, Gilang, hanya memperoleh satu suara.
Hasil tersebut memastikan Rojali kembali dipercaya memimpin organisasi relawan di wilayah Pondok Gede selama tiga tahun ke depan. Persaingan memang hanya diikuti dua kandidat, tetapi hasil pemungutan suara menunjukkan dukungan mayoritas peserta masih berada di tangan petahana.
Muscam ini menjadi bagian dari agenda konsolidasi Relawan Samatri setelah sebelumnya kegiatan serupa digelar di Bantargebang. Forum tersebut tidak sekadar menjadi panggung pergantian atau pengukuhan kepemimpinan, tetapi juga menjadi momentum mengevaluasi perjalanan organisasi sekaligus menata kembali barisan pengurus.
Kegiatan itu dihadiri Ketua Korwil 1 Samatri, Kang Abel, dan Sekretaris Jenderal Samatri, Ncang. Keduanya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya musyawarah yang diharapkan memperkuat soliditas dan keberlangsungan organisasi.
Dalam forum tersebut, ketua chapter menyampaikan laporan pertanggungjawaban kepengurusan periode 2023–2026. Sejumlah perubahan juga dilakukan di tingkat koordinator wilayah (Korhan).
Di Jatibening Lama, kepemimpinan beralih dari Neni kepada Gilang. Sementara di Jatiwaringin, Cepi menyerahkan kepemimpinan kepada Miswati. Adapun Korhan Jatibening Baru, Jaticempaka, dan Jatimakmur tetap dipimpin pengurus sebelumnya.
Pergantian pengurus di dua wilayah itu menjadi bagian dari penataan organisasi untuk periode berikutnya. Sementara itu, hasil pemilihan ketua chapter menempatkan Rojali kembali sebagai pemegang mandat kepemimpinan hingga 2029.
Namun, kemenangan 5–1 bukanlah garis finis. Justru setelah pemilihan usai, pekerjaan sesungguhnya dimulai: memastikan dukungan dalam forum berubah menjadi kerja nyata di tengah masyarakat.
Dalam organisasi relawan, angka kemenangan memang penting untuk menentukan siapa yang memimpin. Tetapi, ukuran keberhasilan kepemimpinan pada akhirnya bukan berapa banyak suara yang dikantongi saat pemilihan, melainkan seberapa besar manfaat yang dirasakan masyarakat.
Jangan sampai musyawarah berlangsung penuh semangat, susunan pengurus tersusun rapi, dan slogan kebersamaan terdengar lantang, tetapi kontribusi sosial justru berjalan di tempat. Sebab, masyarakat tidak membutuhkan organisasi yang hanya ramai saat memilih ketua, melainkan yang hadir ketika warga membutuhkan bantuan.
Dengan terpilihnya kembali Rojali, Relawan Samatri Chapter Pondok Gede diharapkan semakin solid, memperkuat koordinasi antarkorhan, serta meningkatkan keterlibatan dalam kegiatan sosial dan kemasyarakatan.
Amanah periode 2026–2029 kini kembali berada di tangan Rojali. Tantangannya bukan lagi memenangkan suara, melainkan membuktikan bahwa kepercayaan tersebut layak dipertahankan melalui kerja, kepedulian, dan manfaat nyata bagi warga.
Bersatu, Bergerak, dan Bermanfaat bagi Masyarakat.***













