“Kenapa sudah tiga kali penertiban di bantaran Kali Jati, posko Ormas tidak ikut dirobohkan. Punya saya yang untuk jualan kopi setiap hari selalu dirobohkan. Dimana letak keadilannya, ” ungkap Ncun, pemilik salah satu bangunan yang digusur.
Ncun dan puluhan emak-emak lainnya di RW 12 Kayuringin menggeruduk kantor kelurahan setempat. Mereka menuntut keadilan dengan meminta semua bangunan liar di bantaran Kali Jati dirobohkan jangan hanya punya warga kecil yang tidak memiliki kekuatan.
Baca Juga: Anggaran Kehumasan Sekretariat DPRD Kota Bekasi Rawan Dibancak
Pasaribu pemilik bangunan lainnya biasa untuk berjualan pakaian ikut meminta keadilan dengan meminta pemerintah merobohkan semua bangunan liar yang ada di bantaran kali Jati tersebut.
“Kami ini hanya mencari rejeki dari jualan. Tapi terus diusir dan bangunan dirobohkan tanpa ada solusi relokasi. Sementara bangunan Ormas yang memiliki kekuatan pemerintah tidak berani, “ujarnya.
Diketahui Pemkot Bekasi melalui Dinas BMSDA merobohkan puluhan bangunan liar di bantaran Kali Jati. Tidak dirobohkan bangunan yang dijadikan Posko Ormas tersebut membuat warga pemilik bangunan lainnya cemburu.
Mereka menuntut keadilan dengan mendesak bangunan semi permanen milik ormas di ditertibkan petugas.










