Lukisan terbaru karya Bunga Ilalang yang tidak realis tersebut berupa seorang ibu menyusui anaknya itu didominasi warga coklat dan kuning muda dengan goresan-goresan kecil khas karya sang pelukis.
“Kok main diturunkan begitu saja oleh panitia tanpa koordinasi lebih dulu dengan kurator, pendisplay, dan pelukisnya,” kata David, kurator satu-satunya Lampung kepada Poskota Lampung.
Baca juga: MUI Serukan Umat Islam Indonesia Boikot Produk Prancis
Rencana, pameran akan berlangsung 10-21 Oktober 2022, pukul 08.00 -16.00 WIB. Rissana Arinal bersama 50-an seniman Lampung turut pameran dalam rangka Expo Perpustakaan Unila di Unila.
Perpustakaan Unila menggelar pameran dalam rangka Expo Perpustakaam Unila dengan tema “Literasi Sains, Teknologi dan Seni sebagai Upaya Membangun Peradaban di lantai tiga gedungnya, pukul 08.00 -16.00 WIB.
Menurut David, ada 50 pelukis yang memamerkan karyanya. Anshori Djausal menampilkan karya terbarunya terinspirasi dari rusa yang ada di Kampus Unila. Dia juga tetap menampilkan karya-karya cat airnya. Bunga Ilalang juga, karyanya semakin “liar” dengan tetap konsisten goresan khasnya.
Baca juga: Proyek SPAM di Bandar Sukabumi Disebut tak Sesuai Klasifikasi
Menurut pelukis senior Lampung, Bambang SBY, akhir-akhir ini, dengan kehadiran Anshori Djausal dan David, didukung CH Sapto Wibowo dari Komite Seni DKL, para pelukis kembali bergairah untuk berkarya.
Sapto mengapresiasi para civitas Unila yang menggelar pameran lukisan. Menurut Zano, ketua panitia pemeran, seni dan sains punya hubungan yang erat dalam membangun peradaban. “Semoga pameran ini turut menginsirasi dalam menjemput masa depan,” katanya. (*)





