Scroll untuk baca artikel
Politik

Ranting PDI Perjuangan Medan Satria Apresiasi Penyaluran 150 PIP dalam Reses Ahmad Faisyal

×

Ranting PDI Perjuangan Medan Satria Apresiasi Penyaluran 150 PIP dalam Reses Ahmad Faisyal

Sebarkan artikel ini
Ranting Medan Satria ketua rantimg Medan Satria Bang Roy menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan reses dan menyalurkan 80 progam PIP siswa SD se Kevmcamatan medan satria oleh Ahmad Faisyal Hermawan, S.E M.M., Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari PDI Perjuangan, Rabu (26/11) - foto doc

KOTA BEKASI — Ranting PDI Perjuangan Medan Satria menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan reses anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari PDI Perjuangan, Ahmad Faisyal Hermawan, S.E., M.M., yang menyalurkan 150 Program Indonesia Pintar (PIP) kepada siswa SD se-Kecamatan Medan Satria.

Ketua Ranting Medan Satria, Bang Roy, menilai kegiatan tersebut mencerminkan komitmen wakil rakyat dalam memastikan pemenuhan hak pendidikan masyarakat sekaligus menjalankan fungsi representasi sebagaimana diatur dalam UU No. 23 Tahun 2014.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Menurutnya, penyampaian informasi terkait mekanisme penerimaan PIP dalam forum reses membantu masyarakat memahami hak dan prosedur bantuan pendidikan secara lebih jelas.

Secara normatif, integrasi penjelasan PIP dalam kegiatan reses dinilai sejalan dengan Pasal 31 UUD 1945 yang menegaskan kewajiban negara dalam menjamin pendidikan bagi warga negara.

BACA JUGA :  Ribuan Massa Ciamis Tumpah di Jalan Tolak RUU HIP-PIP

Selain itu, keterbukaan informasi program dinilai memenuhi prinsip akuntabilitas publik sebagaimana tertuang dalam UU No. 14 Tahun 2008.

Ranting PDI Perjuangan Medan Satria menyatakan bahwa pelaksanaan reses tersebut menjadi bentuk kehadiran wakil rakyat dalam memastikan bantuan pendidikan tersalurkan tepat sasaran.

Kegiatan itu juga dianggap memperkuat peran partai dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui program-program yang langsung menyentuh masyarakat.

Dengan demikian, Ranting PDI Perjuangan Medan Satria menilai bahwa integrasi reses dan penyampaian PIP ini adalah contoh kehadiran negara yang bukan sekadar simbol, serta kehadiran partai yang bukan sekadar baliho.

BACA JUGA :  Siapa Rasmus Paludan, Pelaku Pembakar Kitab Suci Umat Islam di Swedia

Ini adalah praktik politik yang bertanggung jawab, objektif, dan fokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia praktik yang justru semakin langka di tengah gemuruh politik yang sering kali lebih ramai daripada bermanfaat.***