Scroll untuk baca artikel
Sosial

Relawan Teladanku, Berbagi Bersama Anak Kebutuhan Khusus dan ODGJ

×

Relawan Teladanku, Berbagi Bersama Anak Kebutuhan Khusus dan ODGJ

Sebarkan artikel ini

Bekasi – Program kemanusiaan bertajuk 1000 Dermawan Berbagi Makan yang digagas Teladanku Peduli Negeri kali ini menyasar ke Rumah Autis Bekasi, di Jalan Alhusna No.39, 01, Jatikramat, Jatiasih, RT.001/RW.001, kelurahan Jatibening, Kecamatan Pondokgede, Kota Bekasi, Jawa Barat, Jum’at (29/1/2021) pagi.

Puluhan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) Bekasi menerima santunan program sedekah makan yang rutin digelar setiap Jum’at relawan kemanusiaan Teladanku.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Relawan Teladanku berlanjut ke wilayah Kabupaten Bekasi menuju komplek Panti Jompo dan Pusat Rehabilitasi Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) Yayasan Fajar Berseri yang berlokasi di Desa Sumberjaya, kecamatan Tambun Selatan, Jawa Barat.

BACA JUGA :  Batas Akhir Pencairan BSU 2022 Hingga 20 Desember 2022, Ini Petunjuknya

“Tujuan diambilnya lokasi ini juga sekaligus untuk mengingatkan kepada masyarakat umumnya dan para dermawan bahwa di masa pandemi Covid19 mereka tidak boleh luput dari perhatian kita untuk mendapatkan bantuan. Para penyandang disabilitas mental dan orang tua di panti jompo juga menjadi fokus perhatian program Dermawan Berbagi Makan (Dermakan),” kata Direktur Teladanku, Rama Yudhistira.

BACA JUGA :  Setelah Viral, Remaja Putus Sekolah karena Ekonomi di Lampung Kembali Bersekolah

Ditempat yang sama, Ketua Yayasan Fajar Berseri Marsan mengatakan pihaknya sangat berterimakasih atas kedatangan relawan Teladanku sudah mau peduli dan berbagi kepada warga binaannya. Baginya kedatangan para relawan sudah sangat menghibur dan gembira karena masih ada yang mau berkunjung dan berbagi makan.

Yayasan Fajar Berseri, lanjut Marsan, saat ini dihuni lebih dari 400 warga binaan dari ODGJ dan orang tua jompo. Berdiri sejak tahun 1995 tetap bertahan dengan segala keterbatasannya. Ia berharap pemerintah daerah juga memberikan perhatiannya, selama ini biaya operasional Yayasan menggantungkan diri dari para donaturnya.

BACA JUGA :  Ahmad Muslim, Janjikan Dana Aspirasinya Buat Perbaikan Kantor PWI Lamsel

Pandemi Covid19 sangat memberikan dampak signifikan bagi biaya operasional warga binaan dalam kurun waktu setahun belakangan ini.

“Saya berharap khususnya bupati sebagai pemerintah daerah bahwa ada panti diwilayah kita, saya mohon kalo ada waktu kehadirannya. Liat deh nih warga kita yang kondisinya kurang beruntung, setelah dilihat mah saya senang gitu aja,” ungkapnya.

(denis)