Scroll untuk baca artikel
TANGGAMUS

Remaja Hilang Dua Pekan Ditemukan Tewas di Irigasi Tanggamus

×

Remaja Hilang Dua Pekan Ditemukan Tewas di Irigasi Tanggamus

Sebarkan artikel ini
Foto: Jenazah korban ditemukan warga di aliran irigasi Sawah Lebar sekitar pukul 17.30 WIB, setelah tercium bau menyengat dari arah saluran air.

TANGGAMUS – Misteri hilangnya seorang remaja di Kecamatan Pulau Panggung, Kabupaten Tanggamus, berakhir tragis. Ibnu Wafid Alfarobi (18), yang dilaporkan tidak pulang ke rumah sejak akhir Januari lalu, ditemukan meninggal dunia di saluran irigasi sawah Pekon Gunung Meraksa, Senin sore (9/2/2026).

Jenazah korban ditemukan warga di aliran irigasi Sawah Lebar sekitar pukul 17.30 WIB, setelah tercium bau menyengat dari arah saluran air. Penelusuran warga mengarah pada temuan tubuh manusia yang tersangkut di bawah pepohonan pisang di sekitar irigasi.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Petugas Polsek Pulau Panggung bersama tim Inafis Polres Tanggamus langsung turun ke lokasi untuk melakukan identifikasi dan olah tempat kejadian perkara (TKP). Proses evakuasi jenazah melibatkan warga setempat, Inafis, serta Basarnas Tanggamus.

Kapolsek Pulau Panggung AKP Jumbadio, S.H., mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Rahmad Sujatmiko, S.I.K., M.H., membenarkan identitas korban setelah dilakukan pemeriksaan awal di lokasi.

BACA JUGA :  Balap Liar Resahkan Warga, Polsek Wonosobo Gelar Razia Dini Hari di Lakaran

“Korban diketahui bernama Ibnu Wafid Alfarobi, warga Pekon Gunung Megang, Kecamatan Pulau Panggung. Identitas dikenali dari pakaian dan diperkuat keterangan keluarga serta warga,” ujar AKP Jumbadio, Selasa (10/2/2026).

Berdasarkan keterangan keluarga, korban terakhir kali terlihat meninggalkan rumah pada Selasa, 27 Januari 2026, sekitar pukul 17.00 WIB, tanpa pamit. Sejak saat itu, korban tidak diketahui keberadaannya hingga ditemukan meninggal dunia hampir dua pekan kemudian.

BACA JUGA :  Tiga Penjaga Malam di Pasar Talang Padang Dibekuk Polisi, Bukannya Menjaga Malah Diduga Mencuri

Kondisi jenazah saat ditemukan disebut telah mengalami pembusukan, sehingga untuk memastikan penyebab kematian, pihak keluarga meminta dilakukan otopsi. Jenazah korban pun dibawa ke RS Bhayangkara untuk pemeriksaan medis lanjutan.

Hingga berita ini diturunkan, kepolisian masih menunggu hasil otopsi dan terus mendalami kasus tersebut guna memastikan apakah terdapat unsur pidana atau faktor lain yang menyebabkan kematian korban. ***