Scroll untuk baca artikel
Lampung

Sembilan Suku di Lamtim Deklarasi Persaudaraan

×

Sembilan Suku di Lamtim Deklarasi Persaudaraan

Sebarkan artikel ini

wawainews.ID, Lamtim – Sembilan suku dari berbagai wilayah Nusantara berkumpul bersama dalam satu momen festival kebangsaan yang gelar oleh Pemerintah Kabupaten Lampung Timur (Lamtim), di Kota Sukadana, Minggu (25/8).

Kegiatan Sembilan Suku di Lamtim Deklarasi Persaudaraan tersebut dalam rangka merajut persatuan dan kesatuan antaretnis yang tinggal di di daerah tersebut yang dirangkai dalam Festival Kebangsaan Bumi Tuwah Bepadan.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Adapun sembilan suku yang hadir, Lampung, Bugis, Batak, Bali, Minang, Palembang, Sunda,Jawa dan Banten.

Mengenal Dua Suku Adat di Lampung dan Keunikannya

Penandatanganan deklarasi persaudaraan sembilan etnis yang ada dikabupaten Lampung Timur diantaranya, Lampung, Jawa, Sunda, Batak, Minang, Bali, Palembang, Bugis dan Banten.

BACA JUGA :  Sekda Lampung Timur Sebut Pemerintah Akan Menjadi Wasit Terkait Harga Singkong

Sembilan suku tersebut dalam deklarasinya ini menyatakan penuh tanggung jawab akan membangun persaudaraan antar masyarakat adat di Bumi Tuwah Bepadan dalam rangka memperkokoh semangat persaudaraan, kesatuan, dan nasionalisme demi mensukseskan pembangunan di kabupaten Lampung Timur.

Berbagai Tarian di persembahkan oleh 9 etnis dalam Festival Budaya tersebut. Diantaranya Tari Gurau Kembang Teloe dari Etnis Lampung, tari Piring dari etnis Minang, tari Cendrawasih dari etnis Bali, Tari Totor dari etnis Batak, tari Sriwijaya dari etnis Sumatera Selatan, Tari Jaipong dari etnis Sunda, tari Bandrong dri etnis Banten, tari Pakarena dari etnis Bugis dan Reog Ponorogo dari etnis jawa.

Bupati Lampung Timur Zaiful Bukhari dalam sambutannya mengatakan berterima kasih kepada sembilan etnis yang mengikuti festival kebangsaan tersebut.

BACA JUGA :  Rido Ficardo Turun Beri Bantuan Langsung di Lamtim

Lampung menjadi daerahnya beragam suku bangsa, dari suku asli dan pendatang. Sehubungan itu, Pemkab Lampung Timur bertekad menjaga kerukunannya dan pemerintah daerah mengayomi semuanya.

“Bapak Ibu ini semua adalah saudara saya, sehingga saya akan berdiri di tengahsemua golongan,” ujarnya.

Zaiful selanjutnya mengajak semua etnis di daerahnya bergandengan tangan membangun daerah. “Mari kita bergandengan tangan bahu membahu membangun Lampung Timur,” ajaknya.

Rangkaian acara festival kebangsaan adalah deklarasi kebangsaan oleh tokoh sembilan etnis bersama Forkopimda dan pawai kebudayaan menampilkan budaya setiap etnis.

Pawai Kebudayaan dengan berjalan kaki dimulai dari Nuwo Sesat (rumah adat Lampung) Kota Sukadana menuju lapangan Unyi, Kecamatan Sukadana.

Berikutnya Sembilan Suku di Lamtim Deklarasi Persaudaraanmenampilkan tari seni dan budayanya masing-masing, seperti Tari Sigeh Pengunten, Tari Kembang Telui dari suku Lampung dan Tari Piring dari Sumatera Barat.(Abu Umar)