Scroll untuk baca artikel
Lampung

Seorang Nenek di Pringsewu Terjun ke Sumur, Ini yang Terjadi

×

Seorang Nenek di Pringsewu Terjun ke Sumur, Ini yang Terjadi

Sebarkan artikel ini

“Setelah sampai diatas dan diperiksa oleh tim medis ternyata korban sudah meninggal dunia,” ungkapnya.

Sementara itu Kapolsek Pringsewu Kota Kompol Ansori Samsul Bahri mewakili Kapolres Pringsewu AKBP Rio Cahyowidi saat dikonfirmasi awak media menjelaskan, kedalaman sumur tempat korban mengakhiri hidup sekitar 10 meter.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

BACA JUGA: Usai Decekoki Miras, Remaja Asal Tanggamus Setubuhi Gadis 16 Tahun di Pringsewu

BACA JUGA :  Tuntut Transparan DanaCSR, Gabungan LSM Aksi di Kantor Bupati Lamsel

Sebelum kejadian ini, Kapolsek mengatakan korban juga pernah melakukan upaya percobaan bunuh diri dengan cara melompat kedalam sumur dirumahnya namun berhasil digagalkan dan sumur tersebut kemudian ditutup oleh pihak keluarga.

“Ya beberapa waktu yang lalu korban juga diketahui sudah pernah melakukan upaya bunuh diri, namun dapat di gagalkan pihak keluarga,” jelasnya.

BACA JUGA :  Sekretariat KNPI Lampung Utara Dirusak OTK, Padahal Baru Buka

Berdasarkan hasil olah TKP dan pemeriksaan sejumlah saksi, Kapolsek mengungkapkan dugaan awal korban nekat mengakhiri hidup dengan jalan tidak wajar karena depresi terhadap sakit yang dideritanya.

BACA JUGA: Terungkap, Pemuda Asal Tanggamus Pembuat Laporan Palsu di Polres Pringsewu Ternyata Pelaku Penggelapan Motor

“Motif masih terus kami selidiki namun dugaan awal karena depresi sakit paru-paru yang dideritanya tidak kunjung sembuh,” bebernya.

BACA JUGA :  Terkendala Tunggakan BPJS, Nyai Suratmah Masih Terbaring Lemah di Tanjung Anom

Kapolsek menambahkan, lantaran pihak keluarga sudah menerima dan mengikhlaskan kematian korban serta tidak bersedia dilakukan proses otopsi maka jenazah korban langsung diserahkan kepada pihak keluarga untuk dilakukan proses pemakaman.

Dan kepada pihak keluarga Kompol Ansori juga menyampaikan ucapan belasungkawa dan mendoakan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan. (*).