Disampaikan Oleh Yusuf Blegur
WAWAINEWS.ID – Awalnya mungkin hanya tindakan kecil dan bagaikan oase di tengah tandusnya harga diri dan rasa malu politisi sekaligus pejabat publik di negeri ini. Sikap Sahrin Hamid mundur dari Komisaris Jakpro, sejatinya menjadi pembuktian tidak semua pemimpin, tidak semua pejabat dan tidak semua pengurus partai politik miskin ahlak
Merupakan langkah awal yang elegan dan terhormat. Syahrin Hamid dan Partai Gerakan Rakyat telah menjadi anomali dari perasaan skeptis dan apriori rakyat terhadap realitas kepemimpinan dan partai politik yang ada selama ini.
Partai Gerakan Rakyat melalui Ketua Umumnya Syahrin Hamid, SH. MH. telah memulai kultur baru partai politik yang mengedepankan kepemimpinan berkarakter adab.
Ini menjadi indikator kelahiran Partai Gerakan Rakyat yang memaknai partai politik bukan soal kekuasaan semata, tujuan jabatan dan meraih kekayaan.
Kepemimpinan, terlebih dalam partai politik bukan hanya sekedar menampilkan wajah organisasi. Ia juga menjadi keteladanan pikiran, sikap dan tindakan dari kesadaran kehidupan yang memaknai prinsip-prinsip konstitusi dan demokrasi yang sesungguhnya.
Sekali lagi, Keputusan Syahrin Hamid dalam kapasitas Ketum Umum Partai Gerakan Rakyat yang mundur dari jabatan Komisaris Jakpro-BUMD milik Pemprov Jakarta.
Membuktikan bukan hanya kesanggupan menghindari “conflict of interest” sebagai pejabat publik.
Lebih dari itu, seorang Syahrin Hamid telah membuka asa dan semangat kelahiran baru budaya politik yang sehat dan bermartabat dalam iklim partai politik di Indonesia.
Semangat berjuang dan semangat menyelami sanubari rakyat Indonesia pada Syahrin Hamid dan Partai Gerakan Rakyat.
Bekasi Kota Patriot.
3 Sya’ban 1447 H/22 Januari 2026










