LAMPUNG – Setelah sempat dihebohkan fenomena cahaya misterius di langit yang dikira rudal, warga Lampung kini dihadapkan pada ancaman yang lebih “membumi”: cuaca ekstrem.
Berdasarkan peringatan dini terbaru dari BMKG, Minggu (5/4/2026) pukul 05.05 WIB, sejumlah wilayah di Provinsi Lampung berpotensi diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, disertai kilat/petir dan angin kencang.
Sejumlah Wilayah Sudah Berstatus Waspada
Cuaca ekstrem diperkirakan mulai terjadi sejak pukul 05.15 WIB, dengan wilayah terdampak awal meliputi:
- Lampung Tengah: Seputih Banyak, Bandar Surabaya
- Lampung Utara: Sungkai Selatan, Abung Tengah, Bunga Mayang, Abung Pekurun
- Tulang Bawang: Dente Teladas
- Lampung Timur: Labuhan Maringgai, Jabung, Sekampung, Way Jepara, Mataram Baru, Melinting, Labuhan Ratu, Braja Selebah
- Way Kanan: Negeri Besar
- Mesuji: Rawa Jitu Utara
- Tulang Bawang Barat: Tulang Bawang Udik
BMKG juga memperingatkan bahwa hujan lebat berpotensi meluas ke berbagai wilayah lain, termasuk kawasan strategis seperti Taman Nasional Way Kambas, serta sejumlah kecamatan di Lampung Selatan, Lampung Barat, hingga Mesuji dan Way Kanan.
Artinya, hampir sebagian besar wilayah Lampung berada dalam kondisi “siaga basah” bukan hanya gerimis manja, tapi hujan yang bisa datang lengkap dengan paket kilat dan angin.
Warga Diminta Waspada
Dengan kondisi ini, masyarakat yang berencana menikmati akhir pekan di luar rumah diimbau untuk lebih waspada dan mempersiapkan diri.
Mulai dari membawa perlengkapan hujan, menghindari daerah rawan banjir, hingga tidak berteduh di bawah pohon saat terjadi petir.
Kalau kemarin warga sibuk menengadah ke langit karena cahaya misterius, hari ini sepertinya lebih bijak untuk sesekali menunduk cek genangan air di depan rumah.
Cuaca Ekstrem, Bukan Sekadar Gangguan
BMKG menegaskan bahwa potensi hujan lebat ini bisa berdampak pada aktivitas harian, termasuk risiko genangan, banjir lokal, hingga pohon tumbang akibat angin kencang.
Fenomena langit mungkin datang dan pergi dalam hitungan detik, tapi cuaca ekstrem bisa bertahan lebih lama dan berdampak langsung ke kehidupan sehari-hari.
Jadi, kalau semalam heboh lihat “cahaya di langit”, hari ini jangan sampai lengah menghadapi “air dari langit”.***













