Scroll untuk baca artikel
Lintas Daerah

Ini Sebutan untuk Lima Kantor Gubernur di Jabar, Ada Bale Dewa Niskala

×

Ini Sebutan untuk Lima Kantor Gubernur di Jabar, Ada Bale Dewa Niskala

Sebarkan artikel ini
Kawasan Gedung Sate Bandung
Kawasan Gedung Sate Bandung -foto doc ist

BANDUNG – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menetapkan lima kantor gubernur di berbagai wilayah di Jawa Barat.

Keputusan ini didasarkan pada lima karakter budaya yang ada di provinsi tersebut, yaitu

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA
  • Priangan Garut,
  • Priangan Bandung Raya,
  • Cirebon,
  • Purwakarta, dan
  • Wilayah Bogor (Sunda Betawi).
BACA JUGA :  Kampanye di Batam, Ansar Sebut Jembatan Babin Segera Terwujud?

“Jawa Barat memiliki lima karakter budaya, yaitu Priangan Garut, Priangan Bandung Raya, Cirebon, Purwakarta, dan Wilayah Bogor (Sunda Betawi),” ujar Dedi Mulyadi.

Kelima wilayah ini pada masa lalu dikenal sebagai wilayah karesidenan atau wilayah administratif di bawah gubernur. Untuk memperkuat pelayanan dan akses masyarakat, eks kantor karesidenan tersebut kini diaktifkan kembali sebagai kantor wilayah gubernur.

BACA JUGA :  Tol Tangerang–Merak Lumpuh, KM 50 Jadi Sungai Dadakan Menuju Merak

“Nah, eks kantor karesidenan itu kini saya aktifkan sebagai kantor wilayah gubernur. Tujuannya agar daerah yang berada di wilayah tersebut memiliki akses yang lebih dekat untuk berhubungan dengan gubernur. Di kantor wilayah itu juga tersedia staf layanan masyarakat,” jelasnya.

Adapun sebutan untuk kantor gubernur di lima wilayah tersebut adalah

  • Bale Pakuan Padjadjaran di Wilayah Bogor,
  • Bale Sri Baduga di Wilayah Purwakarta,
  • Bale Jaya Dewata di Wilayah Cirebon,
  • Bale Dewa Niskala di Wilayah Priangan Garut, dan
  • Bale Pakuan di Wilayah Bandung Raya.
BACA JUGA :  Gubernur Jateng Bertemu Saudaranya yang Jadi Transmigrasi di Lampung

Masing-masing kantor wilayah ini melayani sedikitnya tiga hingga lima kabupaten/kota yang berdekatan, guna memastikan pelayanan pemerintahan lebih merata dan mudah diakses oleh masyarakat.***