LAMPUNG TIMUR — Pemerintah Kabupaten Lampung Timur mulai mendorong transformasi sektor peternakan ke arah yang lebih sehat dan berkelanjutan. Salah satu model yang kini mendapat perhatian adalah peternakan berbasis herbal yang dinilai mampu meningkatkan kualitas produk sekaligus menjawab tren pangan sehat.
Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah menilai sektor peternakan tidak lagi cukup hanya berorientasi pada produksi. Menurut dia, pendekatan berbasis inovasi dan kesehatan menjadi kunci untuk meningkatkan daya saing.
“Peternakan bukan sekadar soal hasil, tetapi bagaimana membangun kemandirian pangan dan mendorong ekonomi masyarakat berbasis inovasi,” ujarnya saat kunjungan kerja ke peternakan Sekuntum Herbal Farm yang berlokasi di Desa Toto Projo, Kecamatan Way Bungur, Kamis (09/04/2026).
Model peternakan herbal yang mulai diterapkan di wilayah tersebut mengandalkan bahan alami sebagai bagian dari perawatan ternak. Pendekatan ini mengurangi ketergantungan pada antibiotik sekaligus menghasilkan produk yang lebih aman dikonsumsi.
Hasilnya, produk seperti telur ayam herbal mulai dilirik pasar karena memiliki sejumlah keunggulan:
- Bebas residu antibiotik
- Mengandung DHA, Omega-3, dan Omega-6
- Rendah kolesterol
Dalam konteks pasar yang semakin sadar kesehatan, produk seperti ini bukan lagi sekadar alternatif melainkan peluang.
Menurut Ela, potensi peternakan di Lampung Timur cukup besar untuk berkembang menjadi kekuatan ekonomi daerah, terutama jika mampu menggabungkan inovasi dengan potensi lokal.
Model usaha seperti yang dikembangkan di Desa Toto Projo, Kecamatan Way Bungur, menunjukkan bahwa transformasi bisa dimulai dari skala desa tanpa harus menunggu industrialisasi besar.
Namun tantangannya tetap ada, konsistensi kualitas, kapasitas produksi, dan akses pasar.
Permintaan terhadap pangan sehat terus meningkat, tetapi tidak semua pelaku usaha siap beradaptasi. Peternakan herbal membutuhkan pengetahuan, disiplin, dan sistem yang lebih terkontrol dibanding metode konvensional.
Di sisi lain, jika berhasil dikembangkan secara konsisten, produk seperti telur herbal berpotensi menjadi komoditas unggulan daerah bahkan menembus pasar nasional.***












