TANGERANG — Di tengah derasnya arus konten digital yang serba cepat, ketika perhatian publik kerap tersedot layar ponsel dan budaya membaca harus bersaing dengan guliran media sosial, Komunitas Sastra Banten (KSB) memilih menyalakan panggung seni. Melalui pertunjukan bertajuk “Lentera Aksara Banten”, komunitas ini merayakan hari jadi pertamanya sekaligus mengajak masyarakat kembali mendekat pada sastra, sejarah, dan kebudayaan lokal.
Acara tersebut dijadwalkan berlangsung pada 6 Desember 2026, pukul 09.00–16.30 WIB, di Gedung Kesenian Tangerang Kota. Perayaan satu tahun perjalanan KSB ini akan diisi beragam pertunjukan, mulai dari teater Pesta Pengantin Kematian, teater sejarah Geger Cilegon, pembacaan puisi tunggal, hingga rampak puisi yang mengandalkan kekuatan suara dan penghayatan kolektif.
Bagi KSB, panggung ini bukan sekadar agenda perayaan ulang tahun komunitas. Kegiatan tersebut menjadi ruang untuk mempertemukan karya sastra dengan masyarakat sekaligus memperkenalkan kembali kekayaan sejarah dan identitas budaya Banten melalui pertunjukan yang dapat dinikmati secara langsung.
Sebab, sastra tidak semestinya hanya hidup di rak buku, menjadi kutipan indah di media sosial, atau dibicarakan saat seremoni kebudayaan. Sastra juga membutuhkan ruang pertunjukan, pembaca, penonton, dan generasi baru yang bersedia merawatnya.
Ketua Komunitas Sastra Banten, Haidir Ali, mengatakan “Lentera Aksara Banten” lahir dari semangat kebersamaan yang tumbuh selama satu tahun perjalanan komunitas tersebut.
“Lentera Aksara Banten bukan sekadar pertunjukan semata. Ini juga merupakan wujud syukur kami memasuki usia pertama komunitas. Satu tahun bukan waktu yang singkat, dan perayaan ini adalah bukti bahwa semangat untuk menjaga budaya dan sastra Banten terus menyala,” ujar Haidir.
Ia berharap masyarakat tidak hanya hadir sebagai penonton, tetapi juga ikut mengambil bagian dalam upaya menjaga dan melestarikan warisan budaya leluhur.
“Lewat panggung ini, kami mengajak masyarakat untuk tidak hanya menonton, tetapi ikut memiliki dan melestarikan warisan leluhur kita,” katanya.
Dari Panggung Teater hingga Rampak Puisi, Sejarah Banten Dihidupkan
Salah satu daya tarik acara ini adalah keberagaman bentuk pertunjukan yang menggabungkan seni peran, pembacaan puisi, dan ekspresi sastra kolektif. Teater Pesta Pengantin Kematian serta teater sejarah Geger Cilegon akan menjadi bagian dari rangkaian acara yang membawa penonton memasuki dunia cerita dan refleksi melalui panggung seni.
Kehadiran Geger Cilegon juga memberi ruang bagi pengenalan sejarah lokal melalui pendekatan pertunjukan. Sejarah tidak hanya hadir sebagai catatan dalam buku pelajaran, tetapi dapat dihadirkan kembali melalui dialog, ekspresi, dan penghayatan para pemain.
Sementara itu, pembacaan puisi tunggal dan rampak puisi menawarkan pengalaman berbeda dalam menikmati karya sastra. Jika pembacaan tunggal menonjolkan interpretasi personal, rampak puisi menghadirkan kekuatan suara bersama yang menuntut kekompakan dan penghayatan kolektif.
Wakil Ketua KSB, My Kembara, menegaskan bahwa usia pertama komunitas tersebut merupakan pijakan untuk mengembangkan gerakan sastra yang lebih luas.
“Satu tahun adalah langkah awal yang berharga. Kami ingin sastra Banten tidak hanya tersimpan rapi di rak buku, tetapi hidup, dibacakan, dan dirasakan maknanya di tengah masyarakat,” kata My Kembara.
Menurut dia, teater dan puisi dapat menjadi medium untuk menghidupkan kembali jejak sejarah serta kearifan lokal yang membentuk identitas masyarakat Banten.
Harapannya, kegiatan semacam ini tidak berhenti sebagai perayaan tahunan, tetapi berkembang menjadi ruang perjumpaan yang memperkuat ekosistem sastra, memperluas apresiasi publik, dan membuka kesempatan bagi para pelaku seni untuk terus berkarya.
Satu Tahun KSB, Mengundang Masyarakat Merawat Sastra
Ketua Pelaksana, Indie Sunandri, menyampaikan bahwa persiapan kegiatan terus dimatangkan untuk menghadirkan pertunjukan sekaligus perayaan yang berkesan bagi komunitas dan pengunjung.
“Seluruh tim telah bekerja keras mempersiapkan momen ini. Ini adalah perayaan kami, dan kehadiran masyarakat Tangerang serta wilayah sekitarnya menjadi hadiah terindah bagi satu tahun perjalanan kami. Dukungan Anda adalah energi yang membuat karya-karya ini terus bernapas,” tutur Indie.
KSB mengundang masyarakat umum, pelajar, mahasiswa, pegiat seni, komunitas budaya, serta pencinta sastra untuk menghadiri acara tersebut. Kehadiran berbagai kalangan diharapkan dapat memperluas ruang apresiasi sekaligus mempertemukan generasi muda dengan karya seni dan sastra yang berakar pada kebudayaan daerah.
Informasi acara “Lentera Aksara Banten”:
- Hari/Tanggal: 6 Desember 2026
- Waktu: 09.00–16.30 WIB
- Tempat: Gedung Kesenian Tangerang Kota
- Penyelenggara: Komunitas Sastra Banten
Memasuki usia pertama, KSB membawa pesan bahwa pelestarian sastra membutuhkan lebih dari sekadar slogan. Ia memerlukan karya yang terus diciptakan, ruang yang terbuka, serta masyarakat yang bersedia hadir dan memberi apresiasi.
Di tengah budaya serba instan, menjaga sastra memang bukan perkara mudah. Namun, jika panggung seni terus dibuka dan generasi muda diberi ruang untuk berkarya, aksara tidak harus berakhir menjadi warisan yang hanya dikenang.
Melalui “Lentera Aksara Banten”, KSB mengajak masyarakat merayakan satu tahun perjalanan komunitas sekaligus menjaga agar sastra dan kebudayaan Banten tetap hidup, bersuara, dan menemukan pembacanya.***







