Scroll untuk baca artikel
Zona Bekasi

ASN Bekasi Diminta Gowes Tiap Jumat, Tapi Jalur Sepeda Masih Minim: Program Sehat atau Sekadar Wacana?”

×

ASN Bekasi Diminta Gowes Tiap Jumat, Tapi Jalur Sepeda Masih Minim: Program Sehat atau Sekadar Wacana?”

Sebarkan artikel ini
ASN di Kota Bekasi didorong menggunakan sepeda setiap hari Jumat sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan sekaligus mengurangi polusi udara - foto doc ist

KOTA BEKASI — Tri Adhianto melontarkan dorongan gaya hidup ramah lingkungan aparatur sipil negara (ASN) dengan meminta bersepeda setiap Jumat. Pesannya jelas sehatkan tubuh, kurangi polusi, dan mulai ubah kebiasaan transportasi di kota penyangga ibu kota ini.

Namun di balik ajakan itu, ada satu catatan penting yang tak bisa dihindari infrastruktur belum sepenuhnya siap.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Tri Adhianto mengakui, fasilitas jalur sepeda di Bekasi masih terbatas. Artinya, ajakan bersepeda masih berjalan lebih cepat dibanding kesiapan jalannya.

Situasi ini seperti mengajak warga berenang, tapi kolamnya masih dalam tahap desain.

“Ke depan akan kami kaji dan rencanakan pengembangan jalur sepeda yang aman dan nyaman,” ujarnya.

BACA JUGA :  SMKN 5 Bekasi Klarifikasi Terkait Video Sekretaris PCNU Sebut Kepsek Melarang Maulid Nabi

Sebuah komitmen yang terdengar familiar dan kini ditunggu realisasinya.

Dorongan bersepeda bukan sekadar tren. Di banyak kota besar dunia, ini sudah menjadi bagian dari solusi transportasi dan kesehatan publik.

Masalahnya, sepeda butuh lebih dari sekadar niat. Ia butuh ruang.

Tanpa jalur khusus, pesepeda harus berbagi dengan kendaraan bermotor yang dalam konteks Bekasi, bukan sekadar ramai, tapi juga kompetitif.

BACA JUGA :  Pengembang Revitalisasi Pasar Jatiasih Ditolak Pedagang

Ajakan ini juga dibingkai sebagai bagian dari kedisiplinan ASN. Bukan hanya soal hadir tepat waktu, tapi juga menjadi contoh perubahan gaya hidup.

Bekasi memang sedang bergerak menuju kota yang lebih sehat dan berkelanjutan. Tapi seperti banyak kota lain, tantangan utamanya bukan pada ide, melainkan eksekusi.***