Scroll untuk baca artikel
Zona Bekasi

AYIMUN 2026 Bekasi: Panggung Anak Muda ‘Latihan Jadi Diplomat’, Menteri dan Wali Kota Turun Gunung”

×

AYIMUN 2026 Bekasi: Panggung Anak Muda ‘Latihan Jadi Diplomat’, Menteri dan Wali Kota Turun Gunung”

Sebarkan artikel ini
Kegiatan Al-Muhajirien Model United Nations (AYIMUN) kembali digelar dengan semangat kolaborasi dan kepemudaan. Acara ini berlangsung di Four Points by Sheraton Bekasi pada Sabtu (11/4/26).- foto doc ist

KOTA BEKASI — Forum simulasi diplomasi internasional Al-Muhajirien Model United Nations (AYIMUN) 2026 kembali digelar, Sabtu (11/4/2026), di Four Points by Sheraton Bekasi. Kegiatan ini bukan sekadar ajang kumpul pelajar, melainkan “ruang latihan serius” bagi generasi muda untuk mencicipi atmosfer perundingan global tanpa harus terbang ke New York.

Hadir dalam acara tersebut Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI Abdul Mu’ti serta Wali Kota Bekasi Tri Adhianto. Kehadiran dua figur ini memberi sinyal, forum anak muda seperti AYIMUN mulai dilirik sebagai investasi politik dan intelektual jangka panjang.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

AYIMUN sendiri merupakan simulasi sidang Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), di mana peserta berperan sebagai delegasi negara, berdebat, menyusun resolusi, hingga “bernegosiasi” kadang lebih panas dari rapat DPR, tapi dengan bahasa Inggris yang lebih rapi.

Dalam sambutannya, Tri Adhianto menekankan bahwa generasi muda tak cukup hanya pintar secara akademik, tetapi juga harus punya karakter dan identitas yang kuat.

“Anak muda harus bisa jadi jembatan antara kemajuan global dan nilai-nilai budaya. Jangan sampai fasih bicara dunia, tapi lupa kampung halaman,” ujarnya.

BACA JUGA :  Pj Wali Kota Bekasi Pastikan Evaluasi Lurah Medan Satria Terkait Dugaan PungLi Program PTSL

Nada yang sama disampaikan Abdul Mu’ti. Ia mengingatkan bahwa di tengah derasnya arus globalisasi dan teknologi, pendidikan karakter tidak boleh jadi “mata pelajaran opsional”.

“Pemuda hari ini adalah pemimpin masa depan. Wawasan global penting, tapi akar nilai tetap harus kuat,” tegasnya.

Bagi Kota Bekasi, event seperti AYIMUN menjadi semacam “branding halus” bahwa kota ini bukan cuma soal macet dan kawasan industri, tapi juga ruang tumbuh bagi generasi muda berwawasan global.

Di sisi lain, kegiatan ini juga menyimpan pesan satir yang menarik: ketika dunia nyata sering buntu oleh konflik dan tarik-menarik kepentingan, justru anak-anak muda di ruang simulasi mampu duduk bersama, berdebat, lalu menyepakati solusi meski hanya di atas kertas resolusi.

BACA JUGA :  Aksi Bekasi Bersama Palestina, Ratusan Ribu Manusia Tumpah di Jalur A. Yani

AYIMUN 2026 menegaskan satu hal: masa depan diplomasi, kepemimpinan, dan arah bangsa tidak hanya ditentukan di ruang rapat elite, tetapi juga di forum-forum belajar seperti ini.

Di ruangan hotel berbintang itu, para peserta mungkin hanya “bermain peran” sebagai diplomat. Tapi siapa tahu, beberapa tahun ke depan, mereka benar-benar duduk di meja perundingan dunia dan semoga saja, tidak sekadar simulasi lagi.***