Scroll untuk baca artikel
WisataZona Bekasi

BWSCC Digesa Pastikan GSS Sungai Cikeas untuk Pengembangan Destinasi Wisata

×

BWSCC Digesa Pastikan GSS Sungai Cikeas untuk Pengembangan Destinasi Wisata

Sebarkan artikel ini
Pertemuan antara Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Jatusumbi, Kota Bekasi, dengan pengelola kawasan wisata 'Dermaga 6', berlokasi di RW 36, perumahan Vila Nusa Indah (VNI) 3, Desa Bojongkulur, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Minggu (9/01/2022)

Saat ini beberapa lokasi destinasi wisata di jalur Sungai Cikeas sudah dikembangkan dan beroperasi. Di antaranya Destinasi wisata Jatusumbi di Kota Bekasi dengan unggulannya arum jeram.

Lokasi ini “ditemukan” berkat adanya kegiatan Patroli Sungai DLH Jawa Barat tahun 2021 yang beranggotakan sejumlah LSM, ormas dan komunitas.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Saat ini lokasi Jatusumbi masih dalam tahap pengembangan. Yang telah terbangun adalah jembatan bambu sepanjang sekitar 100 meter dengan ketinggian kurang lebih 10 meter. Menarik, lantaran berada tepat di sisi Sungai Cikeas. Di sekitar jembatan bambu juga akan dibangun area mancakrida (outbound).

BACA JUGA :  Tantang KDM Susur Sungai, Warga Desak Prabowo Normalisasi DAS Cileungsi-Cikeas

Ada juga destinasi wisata Dermaga 6 di Kabupaten Bogor dengan unggulannya kuliner. Tak ada dapur terlihat, karena berada di rumah warga. Lokasinya sangat asri dan di alam terbuka. Dinaungi pohon-pohon rindang bertubuh tinggi, destinasi wisata ini bisa dimanfaatkan untuk rapat dan berbagai pertemuan.

Juga ada wisata sungai Jembatan Mendu di Nagrak, Kabupaten Bogor, dengan unggulannya susur sungai. Wisatawan dapat menikmati berbagai kuliner di tepi sungai sebelum melakukan susur sungai. Tape uli, jajanan khas lokal, menjadi favoritnya.

BACA JUGA :  Ikut WWF ke-10 di Bali, KP2C Dukung Gagasan Indonesia 'Zero Delta Q'

Pengembangan lokasi-lokasi wisata tersebut sepenuhnya dilakukan warga setempat. Di Jatusumbi warga bergotong royong membuka kawasan yang dipenuhi pohon bambu menjadi kawasan layak wisata. Warga membangun jembatan bambu dari pohon bambu yang tersedia di lokasi. Dengan demikian, biaya pengembangan dapat ditekan.

Sementara di Dermaga 6, kawasan wisata tersebut dibangun dari urunan warga. “Nilainya sekitar Rp 30 juta,” beber Heri. Adapun lokasi wisata di Jembatan Mendu, khabarnya dikelola karang taruna setempat dengan hibah perahu dari program CSR sebuah perusahaan.

BACA JUGA :  Wali Kota Bekasi Serahkan Basiswa: 1.470 Mahasiswa Dapat Tiket “Naik Kelas”, Pemerintah Kota Janji Terus Perluas Akses Pendidikan

Berdasarkan data, mulai dari VNI 3 hingga Bendung Kodja di Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi, terdapat sembilan RW. Dalam satu kesempatan, menurut rencana, para Ketua RW-nya akan dihimpun dalam satu pertemuan.

Sarang limbah