BEKASI – Setelah pemberitaan sejumlah Tenaga Kerja Kontrak (TKK) pada Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bekasi bekerja di luar instansi ramai, dan mendapat tanggapan serius Pj Wali Kota Bekasi, ternyata belum ada perubahan di lapangan.
Kekinian, redaksi Wawai News, mendapat kiriman foto wajah TKK berpakaian seragam Dishub Kota Bekasi inisial A.R, disebutkan sebagai sopir pribadi yang sampai sekarang masih nempel dengan Bakal Calon (Balon) Wali Kota.
Namun, sayangnya Kepala Dinas Perhubungan Kota Bekasi Zeno dikonfirmasi terkait informasi tersebut bungkam, meskipun dikirimkan foto TKK Dishub diduga Sopir Pribadi Balon Wali Kota tersebut, lengkap dengan namanya melalui saluran WhatsApp yang terlihat online.
Kadishub Zeno, kemarin pun saat dikonfirmasi terkait pemberitaan adanya sejumlah TKK bekerja di luar instansi dan menjadi sopir bus salah satu balon Wali Kota Bekasi beralasan masih ada acara keluarga dan berjanji menghubungi lagi, tapi dari Minggu 9 Juni hingga beirta ditayangkan tidak ada dihubungi lagi.
Sekretaris Dinas Perhubungan Johan Budi Gunawan, dikonfirmasi terpisah terkait nama inisial A.R dan berpakaian seragam Dishub yang diterima redaksi Wawai News, mengaku belum bisa menjawab. Namun ia berjanjikan akan mempertanyakan ke Kasubang Umpegnya.
“Maaf belum bisa menjawab, saya baru tiga hari tugas sebagai Sekretaris Dinas Perhubungan. Setelah dapat info dari Kasubag Umpeg, akan saya sampaikan klarifikasi ke kawan media,”ungkap JBG menjawab konfirmasi Wawai News.
Sebelumnya Johan Budi Gunawan mengakui ada 8 TKK Dishub yang bekerja di luar instansi bersama salah satu Balon Wali Kota Bekasi. Ia pun berjanji segera melakukan penelusuran terkait laporan tersebut.
Sementara Ketua Komisi 1 DPRD Kota Bekasi, Faisal, dikonfirmasi terpisah terkait adanya sejumlah TKK Dishub bekerja di luar instansi, bahkan ada satu TKK sampai sekarang diduga masih menjadi sopir pribadi bakal calon hanya menjawab singkat akan di cek.
Jadi Sorotan Publik
Direktur Poros Analisa Politik Jabodetabek (PAPJ) ikut menyoroti prilaku Balon Wali Kota Bekasi yang masih belum move menggunakan fasilitas TKK Dishub untuk pribadi.
“Giliran untuk sopir pribadi pakai TKK Dishub, anggarannya juga ngga jelas. Kalau pakai anggaran pribadi jangan libatkan TKK, jadi rancu pekerjaannya. TKK itu harus jelas pilihannya, mau kerja di pemkot Bekasi atau ikut balon walikota jadi supir pribadi. Sepertinya mantan walikota ngga ngerti aturan birokrasi ya,”ujarnya.***