Scroll untuk baca artikel
Agama

Jemaah Mulai Lontar Jumrah, Penanda Puncak Haji

×

Jemaah Mulai Lontar Jumrah, Penanda Puncak Haji

Sebarkan artikel ini
Suasana jemaah haji melontar jumrah saat puncak musim Haji tahun 1445 H
Suasana jemaah haji melontar jumrah saat puncak musim Haji tahun 1445 H

WAWAINEWS.ID – Jemaah haji diberangkatkan ke Mina setelah mabit di Muzdalifah, untuk selanjutnya menunaikan wajib haji, yaitu melontar jumrah.

Pemerintah Arab Saudi telah mengatur waktu melontar bagi jemaah haji setiap negara, hal itu dalam rangka Untuk keamanan, keselamatan, kenyamanan, dan ketertiban dalam melontar jumrah.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Untuk itu diingatkan jemaah haji harus mengikuti ketentuan waktu tersebut dan menghindari waktu – waktu larangan.

Penentuan waktu lontar jumrah ini merupakan ikhtiar untuk melindungi jemaah agar dapat menjalankan prosesi ini dengan lancar dan aman.

Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) telah menetapkan jadwal lontar jumrah bagi jemaah haji Indonesia.

Berikut jadwal lontar jumrah jemaah haji Indonesia

  1. Tanggal 10 Zulhijah
    Pukul 00.00 – 04.30 WAS dan Pukul 10.00 – 00.00 WAS
    Pada tanggal ini, jemaah haji Indonesia dilarang lontar pada Pukul 04.30 – 10.00 WAS.
  2. Tanggal 11 Zulhijah
    Pukul 05.00 – 11.00 WAS
    Pukul 11.00 – 17.00 WAS
    Pukul 17.00 – 00.00 WAS
  3. Tanggal 12 Zulhijah
    Pukul 00.00 – 05.00 WAS
    Pukul 05.00 – 10.30 WAS
    Pukul 14.00 – 18.00 WAS, dan
    Pukul 18.00 – 00.00 WAS
  4. Tanggal 13 Zulhijah
    Pukul 00.00 – 05.00 WAS, dan
    Pukul 05.00 – 17.00 WAS

“Bagi laki-laki diutamakan mencukur gundul, sedangkan wanita cukup memotong rambutnya sepanjang ruas jari. Setelah tahap ini, jemaah dapat lepas ihram dan diperbolehkan memakai pakaian biasa,” kata Widi.

Mengutip penjelasan Buku Manasik Haji yang diterbitkan Kementerian Agama, Widi menyampaikan, melontar jumrah adalah melontar batu kerikil ke arah jumrah Ula, Wustha dan Aqabah dengan niat mengenai objek jumrah (marma) dan kerikil masuk ke dalam lubang marma.

Melontar jumrah dilakukan pada hari Nahar dan hari Tasyrik.

Hukum melontar jumrah adalah wajib. Bila seseorang tidak melaksanakannya dikenakan dam atau fidyah. Bagi jemaah yang berhalangan, melontar jumrah dapat dibadalkan oleh orang lain.

Selama di Mina, ia berpesan, jemaah untuk fokus melakukan aktivitas ibadah dengan cara memperbanyak zikir, mengingat dan mendekat kepada Allah, mengagungkan asma Allah, baik dengan bertakbir, membaca Al-Qur’an, membaca kalimat tauhid, dan wirid-wirid lainnya.

“Selingi zikir dengan berdoa kepada Allah, karena Mina termasuk tempat mustajab. Langitkan doa-doa dan harapan terbaik bagi pribadi, keluarga dan untuk bangsa kita tercinta,” pesannya.***