Scroll untuk baca artikel
Zona Bekasi

Pedagang Sebut Klaim Akuisisi Saham Perusahaan Pelaksana Revitalisasi Pasar Kranji Aneh bin Ajaib

×

Pedagang Sebut Klaim Akuisisi Saham Perusahaan Pelaksana Revitalisasi Pasar Kranji Aneh bin Ajaib

Sebarkan artikel ini
Sri Mulyono salah satu tokoh pedagang Pasar Kranji saat menunjuk denah areal plot pembangunan revitalisasi
Sri Mulyono salah satu tokoh pedagang Pasar Kranji saat menunjuk denah areal plot pembangunan revitalisasi - foto doc

“Jangan-jangan sama sebelumnya hanya sebagai calo proyek, mencari proyek sesudah dapat untuk menipu vendor-vendor yang diajak bekerjasama, kemudian tidak dibayar, dan jadi masalah,”tandas Sri Mulyono.

Dia mengingatkan bahwa PT Erra Global Cipta, dengan direktur utamanya yang mengklaim mengakuisisi PT ABB, bahwa memiliki andil besar dalam memperpanjang penderitaan para pedagang Pasar Kranji. Karena sebelumnya pernah bekerja sama dengan PT ABB untuk menyelesaikan gedung utama Pasar Kranji Baru.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

“Disadari atau tidak, wajar pedagang mempertanyakan apa bedanya PT Annisa Bintang Blitar dengan PT Erra Global Cipta?. Pertanyaan selanjutnya, apa bedanya Iwan Hartono dengan bapak Rama Wardana?,”tanya Sri Mulyono.

Pasalnya sebelumnya, Rama Wardana sebagai Direktur PT Erra Global Cipta pada saat bekerjasama dengan PT ABB untuk membangun gedung utama pasar Kranji, pernah meyakinkan pedagang, tokoh pedagang dan pengurus RWP pada saat pertemuan disalah satu rumah makan bahwa mereka siap membangun.

BACA JUGA :  Pedagang Pasar Kranji Resah, Beredar Surat Permintaan Mengosongkan TPS

Bahkan siap tidak akan memungut uang cicilan, pembelian kios, los dan ruko ke para pedagang sebelum berdiri fisik bangunan 30 sampai 50 persen. Tapi nyatanya nol, lahan utama revitalisasi pasar Kranji masih ditumbuhi rumput liar sampai sekarang.

“Kami saat itu sudah ingatkan, terbukti pekerjaan tiang pancang belum 50 persen dikerjakan sudah berhenti. ternyata benar kan bahwa PT Erra Global Cipta tidak punya uang, cuma sampai di situ kemampuannya, sekarang direkturnya mengklaim sudah mengakuisisi PT ABB dan siap melanjutkan revitalisasi, ini unik,”tegas Sri Mulyono.

BACA JUGA :  Kasus Pencabulan Dibawah Umur di Bekasi, Ibu Korban Berharap Diselesaikan

Terakhir dia menegaskan bahwa siapapun yang meneruskan pembangunan dipastikan dulu siap uangnya. Para pedagang menunggu bukti pedagang pasti mendukung, dan akan membayar kewajiban sesuai aturan yang ada. Tapi, selama ini hanya janji manis, tidak ada buktinya.

Sebelumnya, Rama Whardana Direktur baru PT ABB, membenarkan jika telah mengakuisisi saham PT ABB mencapai 95 persen. Ia pun sanggup menunjukkan bukti akuisisi asalkan dengan pihak yang tepat.

Menurutnya, segala sesuatu ada mekanisme dan aturannya tidak mungkin data perusahaan diumbar begitu saja ke orang yang tidak berkepentingan.

“Perjanjian Kerja Sama revitalisasi Pasar Kranji itu, antara PT ABB dengan Pemkot Bekasi. Bukan antara ABB dengan RWP Pasar Kranji, cam kan itu,”tegasnya.

BACA JUGA :  Sadis! Persoalan Saling Ejek, Remaja Tewas Dibakar di Bekasi

Struktural di Pasar Kranji Baru, Kota Bekasi ini diatas RWP itu ada unit atau UPTD Pasar. Pertanyaan RWP itu dibawah UPTD atau sebaliknya, jadi alurnya diikuti jangan main lompat.

Dia pun menegaskan jika berkomitmen melanjutkan revitalisasi Pasar Kranji dengan segala urusan PT ABB jadi tanggungjawabnya termasuk DP pedagang yang telah masuk tidak diputus dan dilanjutkan.

Kesempatan itu, Ia pun menyampaikan bahwa sampai saat ini belum ada perintah berhenti bekerja terkait pelaksanaan revitalisasi pasar Kranji.

Pemkot Bekasi Diminta Ambil Sikap Tegas

Sementara itu, Ketua APT2PHI Kota Bekasi Pepen, meminta Pemerintah Kota Bekasi serius memperhatikan nasib para pedagang yang sudah 5 tahun omzet usahanya menurun drastis.