LAMPUNG TIMUR – Peta perebutan kursi Ketua DPC PKB Lampung Timur periode 2026–2030 mulai mengerucut. Musyawarah Cabang (Muscab) yang digelar di Taman Purbakala Pugung Raharjo, Sabtu (11/4/2026), merekomendasikan tiga nama untuk melaju ke tahap krusial, uji kelayakan dan kepatutan (UKK) di tingkat DPP.
Ketiga nama tersebut adalah Rida Rotul Aliyah, Gunardi, dan Ela Siti Nuryamah yang saat ini menjabat sebagai Plt Ketua DPC sekaligus Bupati Lampung Timur.
Berbeda dari pola lama yang sarat voting, PKB kini mengusung model seleksi berlapis. Tiga nama hasil Muscab tidak otomatis menang, melainkan harus melewati UKK di DPP lengkap dengan uji kompetensi, psikotes, hingga penilaian berbasis kapasitas.
Nama Ela Siti Nuryamah praktis menjadi sorotan. Selain menjabat Plt Ketua, ia juga memiliki posisi strategis sebagai kepala daerah. Kombinasi yang dalam politik sering kali menjadi “modal awal” yang tak kecil.
Ela sendiri tak menampik pencalonannya. “Saya selama ini masih ditunjuk sebagai Plt Ketua, melanjutkan kepemimpinan sebelumnya,” ujarnya.
Namun ia juga menegaskan, jika terpilih definitif, dirinya hanya akan melanjutkan program yang sudah ada dengan tambahan sentuhan modernisasi partai.
Ela menyebut PKB tengah bergerak menjadi partai yang lebih modern dan kompetitif, bahkan mampu bersaing dengan partai nasionalis.
Salah satu indikatornya, kata dia, adalah cara partai mengemas kegiatan seperti Muscab yang digelar di kawasan wisata sejarah, bukan di hotel atau gedung formal.
“PKB mulai bicara soal lingkungan, konservasi, hingga perubahan iklim,” ujarnya.
Untuk diketahui bahwa selama ini PKB dikenal sebagai partai berbasis tradisi, kekinian mencoba merangkul isu-isu global. Dari pesantren ke perubahan iklim lompatan yang ambisius, sekaligus penuh tantangan.
Kini, bola sepenuhnya berada di tangan DPP PKB. Dari tiga nama yang direkomendasikan, hanya satu yang akan keluar sebagai ketua definitif.
Secara matematis peluang terbuka. Tapi dalam realitas politik, peta sering kali sudah terbaca sebelum peluit akhir dibunyikan.
PKB Lampung Timur sedang memainkan babak baru kaderisasi. Lebih akademis, lebih terukur setidaknya di permukaan.
Ketua DPW PKB Lampung, Chusnunia Chalim, yang turut hadir dalam Muscab PKB Lampung Timur menegaskan bahwa proses UKK yang harus dilalui dalam Muscab kali ini, dirancang untuk menghindari kepemimpinan yang “sekadar populer tapi minim kualitas”.
“Hasil uji dari kampus dan pihak kompeten akan jadi pertimbangan utama menentukan yang terbaik,” ujarnya.***













