Scroll untuk baca artikel
LampungLintas Daerah

Timbangan di Lapak di Wilayah Candipuro Diduga Curang, Petani Heran Timbangan TBS Sawit Selisih Jauh

×

Timbangan di Lapak di Wilayah Candipuro Diduga Curang, Petani Heran Timbangan TBS Sawit Selisih Jauh

Sebarkan artikel ini

WAWAINEWS – Petani kelapa sawit di wilayah Candipuro dan Sidomulyo, meminta pemerintah Kabupaten Lampung Selatan melakukan penertiban terkait timbangan digital yang digunakan untuk menimbang kendaraan bermuatan sawit di wilayah setempat.

“Tempat jual beli tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di kecamatan Sidomulyo dan Candipuro ada  4 lapak. Kami petani minta instansi bisa turun mengecek keakuratannya,”tegas Abdul petani buah kelapa sawit di Candipuro dan Sidomulyo, Kamis (16/6/2022).

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Dia mengaku curiga ada permainan RAM atau timbangan digital di tempat lapak yang ada di wilayah itu. Pasalnya diyakini TBS kelapa sawit yang dijual ke lapak timbangan diperkirakan lebih 25 kilogram tapi tak lebih dari 20 kilogram saja.

BACA JUGA :  Pickup Muatan Pekerja Resort di Lagoi Terbalik, Dua Orang Tewas

Menurutnya kecurigaan tersebut melihat dari jenis tandan buah segar (TBS) sawit yang dipanennya diyakini lebih 25 kilogram karena berukuran besar sesuai dengan umur pohon sawit diatas 10 tahun.

Tapi saat masuk timbangan digital berat timbangan rata-rata tidak lebih dari 20 kilogram.

“Kecurigaan itu muncul karena hasil panen ada 90 tandan dengan pohon sawit usia 10 tahun lebih. Tapi hasilnya hanya 1.404 kilogram jika dirata-ratakan pertanian tak sampai 20 kilogram, ” paparnya.

Hal lain menjadi keluhan petani sawit di wilayahnya adalah meski ekspor sawit  telah di buka kembali tapi harga sawit masih rendah dan masih jauh dari harapan petani,

Sementara perawatan sawit ada tiga tahap yang di lakukan pertama melakukan penyemprotan terhadap gulma, kedua pemupukan supaya buah maksimal dan yg ketiga peruning atau pemangkasan pelepahan sawit.

BACA JUGA :  Pemkab Lamsel, Bedah Rumah 650 Unit di 2019

“Harga buah sawit di lapak kecamatan candi Puro dan Sidomulyo Rp1600/kg nya, jadi jika di petani berkisar 1300 karena di potong upah ngunduh dan ongkos kendaraan,” tandasnya.

Dia pun tidak mempersoalkan harga tersebut. Tapi Abdul berharap timbangan yang benar.

“Jadi tolong instansi terkait ditertipkan timbangan TBS di lapak tengkulak atau pengepul sawit di wilayah Candipuro dan Sidomulyo,”tegasnya agar tidak ada lagi petani merasa dirugikan.

Abdul berharap kepada dinas terkait untuk mengecek lapak lapak sawit ada di Kecamatan Candipuro terkait keakuratan timbangan dan ijin nya lapak tersebut.

Supaya jangan ada lagi petani yg merasa di rugikan

Saat ini tambahnya petani merasa serba salah jual ke agen kecil timbangan terkadang ngawur timbangan di ram sawit terjadi seperti itu pula. ***