WAWAINEWS.ID – Banyak kasus gangguan jantung saat berolahraga terjadi bukan karena olahraganya berbahaya, tetapi karena tubuh dipaksa melebihi batas tanpa disadari. Menurut dr.
Bernadette Laura, SpKO (Spesialis Kedokteran Olahraga, Siloam Hospitals), banyak orang terutama atlet rekreasional berolahraga tanpa pola latihan yang terstruktur dan tanpa pemeriksaan kesehatan terlebih dahulu.
Berikut tips agar olahraga tetap aman dan tidak memicu masalah jantung:
1. Kenali Batas Tubuh Anda (Know Your Limit)
Batas tubuh tidak bisa ditebak hanya dari perasaan “kayaknya kuat.”
Cara mengenalinya adalah melalui:
- Latihan bertahap
- Screening atau cek kesehatan
- Evaluasi kemampuan fisik secara berkala
Tanpa proses ini, tubuh bisa “dipaksa” melewati batas aman tanpa disadari.
2. Hindari Terpengaruh “Push” dari Lingkungan
Dorongan teman atau kelompok sering membuat seseorang:
- Lari lebih jauh dari kemampuan,
- Mengangkat beban terlalu berat,
- Mengikuti ritme latihan yang bukan levelnya.
Ingat: kekuatan setiap orang berbeda. Dengarkan tubuh, bukan gengsi.
3. Wajib Cek Kesehatan Sebelum Olahraga Berat
Gejala penyakit jantung sering kali tidak terlihat.
Harus ekstra hati-hati jika Anda punya:
- Riwayat keluarga penyakit jantung,
- Keluhan dada sesak, jantung berdebar, cepat lelah, atau pusing,
- Kelainan jantung bawaan (meski tanpa gejala).
Tanpa screening, olahraga intens bisa menjadi pencetus serangan jantung mendadak.
4. Mulai dari Intensitas Ringan – Bangun Secara Bertahap
Tubuh perlu adaptasi. Lakukan:
- Pemanasan 5–10 menit,
- Mulai dengan intensitas rendah → sedang → tinggi secara bertahap,
- Pendinginan setelah olahraga.
Olahraga yang tiba-tiba “ngebut” dari menit pertama sangat berisiko.
5. Dengarkan Sinyal Bahaya dari Tubuh
Segera hentikan olahraga jika muncul:
- Nyeri dada
- Sesak napas berlebihan
- Pusing berputar
- Keringat dingin
- Jantung berdebar tak wajar
Ini bisa menjadi tanda awal gangguan jantung.
6. Olahraga Itu Penting Tapi Harus Sesuai Kemampuan
Olahraga tetap menjadi salah satu pelindung terbaik bagi jantung,
asalkan dilakukan dengan:
- Takaran yang sesuai,
- Frekuensi konsisten,
- Teknik yang benar.
Tidak perlu memaksa stamina “setara atlet profesional” jika tubuh belum siap.
7. Rekomendasi Pola Latihan Aman
Untuk pemula dan atlet rekreasional:
- 150 menit per minggu latihan aerobik intensitas sedang (jalan cepat, bersepeda ringan, jogging)
- Ditambah 2 sesi latihan kekuatan per minggu
- Tingkatkan durasi atau intensitas maksimal 10% per minggu











