Scroll untuk baca artikel
Lampung

2024 RTLH di Lampung Nol Persen

×

2024 RTLH di Lampung Nol Persen

Sebarkan artikel ini
Pj. Sekretarias Daerah Provinsi Lampung Fahrizal Darminto, saat membuka Rapat Koordinasi Sinergitas Perumahan dan Kawasan Permukiman, Kamis (11/7/2019)

wawainews.ID, Lampung — Pemerintah Provinsi Lampung melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Provinsi Lampung menargetkan perbaikan 74.248 unit rumah tidak layak huni dalam kurun waktu lima tahun kedepan.

Diketahui Hingga 2018, jumlah RTLH di Provinsi Lampung mencapai 93.752 unit, yang sudah tertangani sebesar 5 persen atau sebanyak 19.504 unit rumah. Artinya, di 2024 rumah tidak layak huni (RTLH) di Provinsi Lampung turun menjadi 0 persen.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

“Penurunan RTLH menjadi 0 persen, dan penurunan jumlah backlog (angka kebutuhan) rumah yang masih tinggi di Provinsi Lampung,” ungkapkan, Pj. Sekretarias Daerah Provinsi Lampung Fahrizal Darminto, saat membuka Rapat Koordinasi Sinergitas Perumahan dan Kawasan Permukiman, Kamis (11/7/2019)

BACA JUGA :  Cerita Ayah Siswi Korban Pelecehan Seksual di Sekampung Udik, Sikap Kades Ini Bikin Geleng-geleng

Dikatakan sampai dengan tahun 2018, jumlah backlog kepemilikan rumah mencapai 247ribu lebih sementara backlog penghunian jumlahnya lebih dari 181ribu. Kota Bandar Lampung dan Kabupaten Lampung Tengah adalah dua daerah yang tertinggi jumlah backlognya.

Ini, artinya masih banyak orang yang belum memiliki rumah, ujar Fahrizal. Untuk itu, kami mendorong pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat untuk bersinergi bersama dengan Pemerintah Provinsi Lampung mengatasi masalah backlog ini.

“Karena keberhasilan pembangunan menuju Lampung Berjaya diawali dari tingkat rumah , disinilah orang menjadi sehat , produktif pintar. Bagaimana mau pintar jika ia tinggal dikolong jembatan atau rumahnya tidak sehat,” ungkapnya.

Fahrizal melanjutkan, dalam rangka terwujudnya akses masyarakat terhadap perumahan dan permukiman yang layak, sehat, nyaman, dan terjangkau, dalam lima tahun kedepan Pemprov Lampung juga menargetkan agar akses layanan air minum ditingkatkan menjadi 88 persen naik 15 persen (dari 71 persen di tahun 2018).

BACA JUGA :  Resmi, Nasdem Beri Rekomendasi Tiga Balonkada di Lampung

Kemudian akses layanan sanitasi layak juga ditingkatkan menjadi 85 persen (dari 64 persen). Selain itu, Pemprov Lampung juga menargetkan akan menurunkan luas permukiman kumuh perkotaan menjadi 0,20 atau seluas 844,18 hektare.

Sementara itu, Kasubag Perencanaan PKP, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Provinsi Lampung Erwin, mengungkapkan salah satu tujuan terselenggaranya rakor ini adalah terciptanya sinergitas pemerintah provinsi dan kabupaten kota untuk menyepakati pencapaian target pembangunan infrastruktur perumahan di Lampung. PUPR juga diinisiasi agar PUPR untuk ikut serta dalam pembangunan di Provinsi Lampung.

“Hari ini kita akan kolaborasi, sehingga target-target tersebut dapat diselesaikan bersama-sama, dari pemenuhan rumah layak huni hingga sarana dan prasarananya seperti air minumnya dan akses sanitasinya kita penuhi bersama-sama,” jelas Erwin.(whd)