LAMTENG – Sekolah Dasar Negeri 2 Sukajaya, Kecamatan Anak Ratu Aji Kabupaten Lampung Tengah dikeluhkan oleh wali muridnya. Hal itu terkait pemotongan dana Program Indonesia Pintar (PIP) oleh pihak sekolah dengan dalih dana komite sekolah sebesar Rp 100.000. Rabu (30/10/19) lalu.
Diketahui, sekolah saat pencairan dana PIP uangnya tidak langsung diberikan kepada anak penerima.”Tapi lebih dulu diminta oleh gurunya dengan alasan takut hilang, besoknya baru dikasihin tapi langsung di potong oleh pihak sekolah duit komite sebesar Rp 100 ribu, jadi kan gak cukup duitnya buat beli sepatu, tas dan buku tulis anak saya” ujar salah seorang wali murid.
Wali murid menyayangkan tindakan pihak sekolah yang kerap memotong dana PIP siswa saat pencairan untuk disuruh bayar komite. pihak sekolah dikatakan kerap melakukan hal serupa.”Pokoknya setiap ada pencairan dana PIP pasti di potong untuk uang komitenya, padahal itu dana bantuan dari pemerintah untuk kebutuhan sekolah anak-anak, bukannya untuk bayar komite” tandasnya.
Mirisnya lagi, wali murid mengaku bahwa setiap tahun ada beban dana komite sebesar Rp 100.000 per siswa, namun setiap pembayaran uang komite tersebut baik dari pihak sekolah maupun dari pihak komite tidak pernah memberikan kwitansi bukti pembayaran.
“Kami juga heran, setiap membayar uang komite, mereka tidak pernah memberikan kwitansi bukti pembayaran walaupun kami minta tapi gak pernah di kasih, kalau memang jelas dan tidak menyalahi aturan kenapa mereka gak kasih bukti pembayarannya” Imbuhnya
Di waktu yang berbeda saat di konfirmasi bendahara komite SDN 2 Sukajaya Lastri berkilah bahwa terkait pemotongan dana PIP siswa di sekolah tersebut atas dasar musyawarah bahwa akan adanya pemotongan untuk pembayaran komite.
“Itu sudah kesepakatan, sebelum PIP itu cair udah di rapatkan, wali murid mengatakan agar langsung di potong aja 100 ribu untuk uang komite” Ujarnya. Minggu (10/11/19)
Lastri mengatakan, terkait PIP dirinya tidak paham, akan tetapi dengan adanya pemotongan PIP tersebut untuk pembayaran Komite sebesar Rp 100.000 per siswa.
“Kalau masalah PIP saya gak paham berapa siswanya yang dapet silahkan konfirmasi ke sekolah, tapi kalau uang komite memang per siswanya Rp 100 ribu, makanya duit PIP di potong Rp100 ribu untuk bayar komite karena wali murid yang minta supaya langsung aja di potong, soalnya kalau uangnya di bawa dulu ke rumah takutnya uangnya habis, namanya duit” Pungkasnya.
Terpisah, Ketua Komite SDN 2 Sukajaya Sumedi menyampaikan pada awak media bahwa saat ada perkumpulan wali murid akan adanya pencairan PIP ia tidak menghadiri.
“Saya gak tau, sebab pada waktu itu saya gak hadir saat ada perkumpulan wali murid, ini sekretaris saya Nur Wahid yang tau” Bebernya.
Ditempat yang sama, Sekretaris Komite sekolah Nur Wahid menegaskan bahwa tidak ada pemotongan dana PIP, akan tetapi wali murid disuruh bayar komite saat pencairan bantuan dana PIP tersebut.
“Itu gak ada pemotongan, yang jelas intinya wali murid bayar komite, dan itu sudah di musyawarahkan bahwa saat pencaairan PIP wali murid disuruh bayar komite Rp 100 ribu, dan wali murid setuju, ya udah gitu aja” Tegasnya.
Sementara pihak SDN 2 Sukajaya Umar Sahid selaku dewan guru mengelak jika ada pemotongan saat pencairan dana PIP siswa.
“Saya rasa itu gak benar, itu memang ada uang transport dan itu udah sepakat dengan wali murid yang dapat PIP, apakah itu yang dikatakan pemotongan”ucapnya
Dalam hal itu, Umar Sahid ingin mengetahui wali murid yang mengatakan adanya pemotongan dana PIP siswa.
“Dan untuk uang komite itu sudah disetujui oleh wali murid juga, maka saya pengen tau, wali murid itu siapa, apa memang masih dalam koridor yang dapat bantuan apa bukan gitu lho, yang memotong itu komitenya, Nur Wahid selaku komite juga ikut kemaren dan dia yang memotongnya” Tandasnya. Senin (11/11/19)
Lebih lanjut Umar mengatakan bahwa siswa yang mendapat bantuan sekitar 80 siswa dari sekitar 200 siswa di SDN 2 Sukajaya.
“Mereka yang mendapat bantuan PIP sekitar 80 siswa, jumlah seluruh siswa disini sekitar 200 siswa dan itu sudah terjadi dari tahun-tahun kemaren memang seperti itu, setiap pencairan PIP memang langsung dipotong oleh komite dan masalah komite saya gak ikut campur” Imbuhnya. (Sumantri)











