LAMPUNG TIMUR – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Sukadana, Lampung Timur, mendadak jadi sorotan. Telur bebek asin yang dibagikan dalam kegiatan uji coba program tersebut diduga memicu gejala muntah dan diare pada sejumlah anak usia dini hingga warga lanjut usia.
Per Sabtu pagi (28/02/2026), tercatat 11 orang mengalami keluhan mual, muntah, diare, pusing, sakit perut, dan lemas setelah mengonsumsi telur asin yang dibagikan di wilayah Sukadana Ilir.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, sebagian besar korban merupakan anak-anak usia sekolah dan balita. Seorang balita 4 tahun asal Desa Pasar Sukadana dilarikan ke rumah sakit sekitar pukul 18.00 WIB karena muntah berulang. Sang nenek yang ikut mengonsumsi sisa makanan juga mengalami gejala serupa.
Kasus lain dialami siswa PAUD di Sukadana Ilir yang muntah sekitar 10 menit setelah menyantap telur asin pada pukul 13.00 WIB. Ia kemudian dibawa ke RSUD Sukadana dua jam kemudian untuk mendapatkan perawatan.
Beberapa orang dewasa juga dilaporkan mengalami gejala setelah mengonsumsi telur asin yang dibawa pulang anggota keluarga dari sekolah.
Data Resmi Dinkes: 11 Korban, 6 Masih Dirawat
Dinas Kesehatan Lampung Timur dalam rilis tertulis menjelaskan kronologi kejadian dugaan keracunan makanan tersebut.
Total korban tercatat 11 orang dengan rincian:
- 8 orang mendapatkan penanganan di RSUD Sukadana
- 6 orang masih menjalani perawatan
- 3 orang telah diperbolehkan pulang
- 3 orang menjalani perawatan di rumah dengan pemantauan tenaga kesehatan
Sebagian korban masih dalam observasi medis sambil menunggu hasil pemeriksaan lanjutan.
Menindaklanjuti kejadian ini, Tim UPTD Puskesmas Sukadana bersama Forkopimcam dan anggota Polres Lampung Timur langsung melakukan:
- Pemeriksaan kondisi pasien di RSUD Sukadana
- Inspeksi Kesehatan Lingkungan (IKL) di dapur SPPG Sukadana Ilir
- Pemeriksaan sumber air dapur
- Penelusuran proses pengolahan, penyimpanan, dan distribusi telur asin
- Koordinasi lintas sektor untuk investigasi epidemiologi
Hingga kini, penyebab pasti kejadian masih dalam proses penyelidikan laboratorium.
Terpisah, Komandan Kodim 0429 Letkol Inf Danang menyampaikan dapur MBG yang bersangkutan ditutup sementara.
“Sementara dapurnya kita tutup dulu, tidak operasional sampai hasil lab keluar dan kita berikan arahan kepada kepala dapurnya untuk dievaluasi,” tulisnya.
Program tersebut diketahui masih dalam tahap uji coba dan belum diluncurkan secara resmi. Ketua yayasan mitra penyelenggara, Dewi Fajriatul Jannah, menyatakan operasional teknis di lapangan sepenuhnya dikendalikan oleh mitra pelaksana.
“Untuk operasional murni yang mengendalikan adalah pihak mitra,” ujarnya.***












