LAMPUNG – Perburuan terhadap pelaku penembakan yang menewaskan Brigadir Arya Supena, anggota Dit Intelkam Polda Lampung, dikabarkan memasuki babak baru. Pelaku utama yang sebelumnya buron disebut telah tertangkap dalam operasi penyergapan di wilayah Kabupaten Pesawaran dan dikabarkan tewas.
Informasi yang beredar di kalangan masyarakat menyebut proses penggerebekan berlangsung sekitar waktu subuh Jumat, (15/5) di kawasan wisata Gigi Hiu, Kabupaten Pesawaran, Lampung.
Namun hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait kabar penangkapan maupun informasi pelaku yang disebut tewas tersebut.
Awak media telah berupaya menghubungi Bidang Humas Polda Lampung untuk meminta konfirmasi, namun belum mendapatkan jawaban resmi.
“Assalamu alaikum wr wb rekan rekan konferensi pers jam 10 pagi di lonch Polda hari ini ayooo. Terkait gugurnya Bripka Anumerta Arya,”jawab Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Lampung Kombes Pol Yuni Iswandari Yuyun melalui pesan WhatsApp pagi ini menjawab konfirmasi Wawai News.
Kabar ini langsung menyita perhatian karena sebelumnya sempat viral video penangkapan dramatis di Desa Gunung Mekar, Kecamatan Jabung, Lampung Timur, Senin (11/5/2026).
Dalam video berdurasi singkat yang ramai di media sosial itu, terdengar beberapa kali letusan senjata api saat aparat melakukan penyergapan terhadap terduga pelaku kriminal.
Penangkapan di Gunung Mekar sempat memicu beragam spekulasi liar di media sosial. Banyak akun dan konten kreator langsung mengaitkan peristiwa tersebut dengan kasus penembakan Brigadir Arya Supena.
Bahkan muncul narasi yang menyebut pelaku merupakan warga Kecamatan Jabung, Lampung Timur.
Belakangan diketahui bahwa penangkapan di Desa Gunung Mekar tersebut merupakan satu terduga pelaku penembakan Brigadir Anumerta Arya berinisial HM.
Video penggerebekannya sempat viral di media sosial saat aparat mengepung sebuah lokasi di Desa Gunung Mekar, Kecamatan Jabung, Lampung Timur. Terduga pelaku HM diketahui merupakan warga Padang Cermin, Kabupaten Pesawaran.
Ia melarikan diri dan bersembunyi ke wilayah Lampung Timur setelah peristiwa penembakan terjadi. Dalam komplotan curanmor ini, HM diduga kuat berperan sebagai joki.
Kapolda Lampung Helfi Assegaf sebelumnya juga sempat memberikan pernyataan singkat terkait video viral penangkapan di Gunung Mekar.
Saat itu Kapolda menyebut prosesnya masih dalam tahap penyelidikan dan pencocokan data.
“Ini masih proses penyelidikan. Nanti setelah ada kepastian akan kita konfirmasi. Banyak yang harus kita cocokkan,” ujar Helfi kepada awak media, Selasa (12/5/2026).
Kini, munculnya kabar penyergapan di wilayah Pesawaran membuat publik menduga kuat ada kaitan antara operasi di Gunung Mekar dengan pengejaran pelaku penembakan Brigadir Arya.
Diketahui sebelumnya Brigadir Arya Supena gugur setelah diduga berupaya menggagalkan aksi pencurian kendaraan bermotor di wilayah Bandar Lampung pada Sabtu (9/5/2026).
Kasus tersebut menyita perhatian luas masyarakat setelah rekaman CCTV dan informasi kejadian viral di media sosial. Dalam video yang beredar, korban terlihat sempat bergumul dengan pelaku sebelum terdengar letusan senjata api.
Pasca kejadian, aparat kepolisian membentuk tim khusus untuk memburu para pelaku yang terlibat dalam penembakan anggota polisi tersebut.
Di tengah derasnya arus informasi digital, publik kini menunggu kepastian resmi dari kepolisian terkait identitas pelaku, kronologi penyergapan di Pesawaran, serta keterkaitan dengan penangkapan yang sebelumnya terjadi di Gunung Mekar, Jabung.***












