Scroll untuk baca artikel
LampungSosial

Bantuan untuk Musala di Desa Brawijaya yang Dialihkan guna Kepentingan Politik Caleg PKS, Ternyata dari BI

×

Bantuan untuk Musala di Desa Brawijaya yang Dialihkan guna Kepentingan Politik Caleg PKS, Ternyata dari BI

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi Sumur Bor

LAMPUNG TIMUR – Terungkap bantuan untuk pembangunan sumur bor musala Al Huda yang dialihkan guna kepentingan politik caleg PKS untuk Lampung Timur, pada Pemilu 2024 lalu, ternyata bersumber dari Bank Indonesia (BI).

Hal tersebut diketahui setelah Wawai News, bertemu langsung dengan pihak bernama Bram salah satu admin dalam pengajuan proposal untuk bantuan sumur bor di Musala Al Huda desa Brawijaya, Sekampung Udik, Lampung Timur, yang mekanismenya harus melalui Caleg PKS.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Bahkan Bram saat dikonfirmasi menyebutkan jika masih ada 9 proposal lagi yang sampai sekarang masih ditunggu pencairannya dan belum ada kabar dari Bank Indonesia. Dia pun sempat meminta bantuan agar bisa cair segera.

Diketahui sebelumnya proposal untuk bantuan sumur bor keperluan musala Al Huda di Desa Brawijaya, Sekampung Udik, Lampung Timur digeser ke titik lain, dengan dalih untuk kepentingan politik Caleg PKS bernama Widodo.

Untuk itu, warga berharap BI lebih berhati-hati dalam mencairkan proposal bantuan agar bisa lebih tepat sasaran dengan melakukan kontrol di bawah setelah proposal cair. Sehingga kasus di Desa Brawijaya tidak terulang lagi, proposal disalahgunakan untuk kepentingan politik.

Diketahui diberitakan sebelumnya, polemik bantuan sumur Bor di Desa Brawijaya, sempat heboh karena bantuan telah ditransfer ke rekening musala Al Huda, namun dialihkan untuk kepentingan politik Caleg PKS melalui Kepala Dusun setempat.

Hal tersebut membuat pengurus musala kecewa dan merasa diperalat saja untuk menurunkan dana bantuan, karena meski sudah cair, realisasi sumur bor hingga sekarang nol.

“Saya sebagai pengurus Mushalla Al-Huda merasa diperalat, terkait bantuan sumur bor untuk fasilitas umum melalui proposal yang diajukan yang katanya difasilitasi oleh Caleg Partai PKS,”ungkap Nurhuda kepada Wawai News baru baru ini.

Nurhuda merupakan pengurus Mushalla Al Huda di RT 1 Dusun 3 Desa Brawijaya, melalui kesepakatan bersama mereka telah mengajukan proposal untuk bisa mendapatkan bantuan sumur bor. Proposal diajukan oleh Bayan Dusun 3 kemudian diurus oleh Caleg PKS.

Padahal saat itu, tim survey langsung oleh anggota DPR RI dari PKS hadir langsung ke lokasi terkait pengajuan proposal. Tidak lama kemudian setelah dilakukan survey bantuan cair melalui rekening atas nama Mushalla Al Huda sebesar Rp29 jutaan lebih.

Namun ironisnya, setelah uang masuk ke rekening mushalla Al Huda, oleh Bayan Dusun 3 uang itu diambil keseluruhan tanpa alasan yang jelas dengan berbagai dalih. Sampai sekarang sumur bor yang dijanjikan nol, tidak terealisasi meskipun uang telah cair melalui rekening mushalla.

Widodo Caleg PKS untuk Lampung Timur pada Pemilu 14 Ferbruari 2024, ditemui terpisah, mengakui jika bantuan Sumur Bor yang direalisasikan untuk Desa Brawijaya difasilitasi oleh DPR RI dari PKS melalui dirinya.

“Saat menjelang Pemilu 2024 lalu, saya memang maju sebagai Caleg dari PKS, tapi ga ada dana, maka disarankan untuk mengajukan proposal, karena partai ga bisa bantu uang tunai,”ujar Widodo mengaku proposal harus atas nama pemuda, musala atau lainnya.