Scroll untuk baca artikel
Politik

Jelang Musda, Lima PK Golkar Bekasi Berharap Perubahan

×

Jelang Musda, Lima PK Golkar Bekasi Berharap Perubahan

Sebarkan artikel ini

BEKASI – Sejumlah Pengurus Kecamatan (PK) Partai Golkar Kota Bekasi, Jawa Barat, berharap Musyawarah Daerah (Musda) ke-V partai berlambang pohon beringin tersebut dapat memberi perubahan kepemimpinan.

“Musda ke-V Golkar Kota Bekasi, adalah hajat PK untuk memilih ketua DPD Golkar lima tahun kedepan,”tegas Rantisan, Ketua PK Rawalumbu, Rabu (26/8/2020).

Scroll untuk baca artikel

Untuk itu tandas dia, kelima PK tersebut sudah memiliki kriteria tersendiri pertama tentu ketua DPD Golkar Kota Bekasi, lima tahun kedepan harus memiliki jiwa sosial ke PK sebagai syarat utama.

Dia mengklaim ada lima PK DPD Golkar Kota Bekasi yang meminta ada perubahan kepemimpinan. Kelimanya adalah PK Rawalumbu, Mustikajaya, Bantargebang, Jatisampurna dan Pondokmelati.

“Kami hanya menuntut perubahan masa kepemimpinan dengan habisnya masa ketua sekarang Rahmat Effendi. Figur pemimpin lima tahun kedepan harus bisa mengembalikan kejayaan Partai Golkar di Kota Bekasi,”tegasnya.

Salah satunya sebut dia, Ketua DPD Golkar kedepan harus bisa mengembalikan Gedung Partai di Jalan A. Yani. Karena itu sebagai salah satu marwah partai.

Oleh karenanya tentu tidak tidak sembarangan dalam memilih pemimpin partai  yang tidak hanya mementingkan kepentingan pribadi.

Dia juga menyebut jangan sampai kepemimpinan Partai Golkar harus ada reigenegerasi sehingga tidak ada istilah dinasti Pepen lagi.  Sehingga sistem partai yang termaktub dalam ADRT harus berjalan.

“Saya ini sudah 60 tahun umur sekarang, dan sejak 1998 bergabung di Golkar Kota Bekasi. Jangan sampai pengurus partai di bawah saya, merasakan hal yang sama seperti saya,”tegasnya.

Dia mengumpamakan bahwa selama puluhan tahun di Golkar, dirinya sudah bosen menang. Tapi belum merasakan nikmatnya menang.

“Saya bosen menang di Kota Bekasi, tapi belum merasakan bagaimana rasanya menang,”ucapnya mengumpamakan kondisi di dalam partai selama ini.

Hal tersebut dimaksudnya, adalah selama Golkar berkuasa sebagai partai pemenang di Kota Bekasi, tapi dirinya sebagai Ketua PK Partai pemenang tidak ada di hargai oleh Camat maupun lurah di lingkungannya. Padahal perjuangan untuk menang sedemikian rupa.

Partai Golkar tegasnya, besar bukan karena figur atau individu tapi karena kerja kolektif seluruh kader yang patuh dan tegak lurus kepada mekanisme dan dan hirarki Organisasi.

Menurutnya meski jadi Partai pemenang di Kota Bekasi, Golkar tidak ada powernya karena sistem yang dibuat satu pintu ke vigur ketua partai saja. Ketika perjuangan untuk menjadi pemenang PK dilibatkan siang dan malam.

Sebagai Koordinator Gerakan Perubahan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kota Bekasi, Rantisan juga telah membuat pernyataan sikap sebagai syarat mutlak kepemimpinan figur yang mampu menjaga marwah Partai Golkar Kota Bekasi dengan memenuhi PDLT.

“PDLT itu yakni Prestasi, Dedikasi, Loyalitas, dan Tidak Tercela yang termaktub dalam konstitusi Partai Golkar,” jelas Rantisan, Selasa (25/8/2020).

Kepemimpinan Partai Golkar Kota Bekasi yang baik di masa yang akan datang adalah yang mampu menyelesaikan permasalahan Partai baik internal maupun tegak lurus kepada mekanisme hirarki Organisasi.

“Seorang calon Ketua Partai Golkar Kota Bekasi harus mampu menyelesaikan permasalahan Partai baik eksternal maupun internal melalui mekanisme Organisasi dan hirarki Organisasi sesuai dengan konstitusi Partai Golkar,”tegasnya.

Untuk itu dia meminta persoalan yang ada sekarang menjelang Musda ke-V DPD Golkar Kota Bekasi hal kecil tidak perlu di besar-besarkan. (Nugie)