Scroll untuk baca artikel
BudayaInternasional

Mengenal Mada’in Saleh dan Al Ula yang Dianggap Terkutuk dan Dijauhi Nabi SAW

×

Mengenal Mada’in Saleh dan Al Ula yang Dianggap Terkutuk dan Dijauhi Nabi SAW

Sebarkan artikel ini
Kawasan Mada'in Saleh yang telah jadi warisan budaya terdaftar di UNESCO. (AFP/FAYEZ NURELDINE)

Proyek pengembangan itu bertujuan menciptakan 38 ribu lapangan pekerjaan, menarik 2 juta pengunjung per tahun, memperluas populasi daerah menjadi 130 ribu jiwan, dan menyumbang $32 miliar atau Rp458 triliun untuk ekonomi Kerajaan.

“Kami sudah masuk pasar. Kami sudah secara aktif terlibat dengan beberapa perusahaan investasi dan struktur dana agar berpartisipasi mulai hari ini,” katanya.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Brand perhotelan internasional seperti Accor/Banyan Tree, dan Habitat mengonfirmasi partisipasi mereka, dan lebih banyak lagi yang akan terlibat dalam proyek itu.

AlMadani mengatakan, mayoritas minat investasi awal berasal dari pemain domestik, tetapi ketika proyek mulai terbentuk, pemain internasional diharapkan bergabung dalam kemitraan dengan pengembang dan investor lokal.

Kingdoms Institute, pusat global Al Ula untuk penelitian arkeologi dan konservasi, sudah melakukan penggalian ekstensif di situs tersebut.

BACA JUGA :  Buku Rempang, Antologi Pantun Penyair Asean Tentang 'Pulau Luka Puak Melayu'

Tim telah menemukan lebih dari 1.000 mustatil yang sebelumnya tidak diketahui. Mustatil, yang dalam bahasa Arab berarti persegi panjang, adalah bangunan berdinding batu kuno besar berusia ribuan tahun.

Penelitian mustatil merupakan prioritas RCU dan proses pengungkapannya saat ini menjadi fokus serial dokumenter Discovery Channel.

Al Madani mengatakan Saudi, harus menyadari potensi lanskap budaya yang menakjubkan dan menunjukkan ke dunia sebagai museum yang hidup.

BACA JUGA :  Gubernur: Dari 718 Bahasa Daerah, Hanya ada 12 Aksara Termasuk Lampung

“Sembari memastikan kami memberi penduduk peluang ekonomi baru dan pengalaman unik para pengunjung, menyatukan semua ini secara terintegrasi sebenarnya merupakan tantangan,” katanya.

Proyek itu juga untuk mematahkan stigma bahwa pembangunan harus mengorbankan alam.

“Inilah yang membuat kami bersemangat, untuk mengeluarkan kepada dunia model baru untuk pembangunan berkelanjutan yang menghormati budaya, warisan, dan penduduk negeri ini.”(*)