KOTA BEKASI — Penataan besar-besaran kawasan perkantoran Pemerintah Kota Bekasi mulai diuji. Wali Kota Bekasi Tri Adhianto mengalihkan parkir kendaraan pegawai ke kawasan Stadion Patriot Chandrabhaga, sekaligus menyiapkan rencana pembangunan gedung parkir bertingkat hingga sembilan lantai.
Uji coba pengalihan parkir dimulai Senin (19/10/2026). Kebijakan ini diambil karena lahan parkir di lingkungan kantor Pemkot Bekasi terbatas. Pemerintah kota juga ingin mengubah wajah kawasan perkantoran agar lebih tertib dan memiliki ruang terbuka hijau.
Tri menegaskan, kebijakan tersebut tidak cukup hanya dengan memindahkan kendaraan. Seluruh pegawai dituntut disiplin menjalankan aturan agar aktivitas perkantoran dan pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu.
“Yang paling penting adalah bagaimana seluruh pegawai memiliki konsistensi dan integritas dalam menjalankan kebijakan ini. Kita ingin penataan parkir berjalan tertib, sehingga aktivitas pelayanan pemerintahan tetap lancar dan seluruh pegawai dapat bekerja dengan baik,” ujar Tri.
Di balik uji coba tersebut, Pemkot Bekasi juga menyiapkan rencana yang lebih besar: membangun gedung parkir bertingkat sekitar delapan hingga sembilan lantai di kawasan perkantoran pemerintahan.
Sejumlah lokasi disebut akan dikaji untuk mendukung rencana itu, termasuk area kolam renang dan rumah dinas yang dinilai perlu ditata kembali sesuai peruntukannya. Pemkot juga mempertimbangkan pemindahan lapangan tenis agar tersedia ruang pembangunan gedung parkir di sekitar masjid.
Namun, rencana tersebut masih memerlukan kajian. Belum ada keterangan mengenai nilai anggaran, jadwal pembangunan, maupun target penyelesaian gedung parkir tersebut.
Tak hanya mengurusi kendaraan, Tri juga menginstruksikan Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimtan) bersama Bagian Umum untuk mengevaluasi pemanfaatan lahan di lingkungan kantor Pemkot Bekasi.
Area yang selama ini digunakan untuk parkir akan dikaji agar sebagian dapat dialihkan menjadi taman dan ruang terbuka hijau. Dengan begitu, kawasan pemerintahan diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai pusat administrasi, tetapi juga menjadi lingkungan kerja yang lebih nyaman dan asri.
“Kita ingin lingkungan kantor Pemkot Bekasi menjadi lebih indah, sejuk, dan humanis. Tamu yang datang maupun pegawai yang bekerja harus merasa nyaman,” kata Tri.
Ia berharap penataan lingkungan tersebut turut mendorong perubahan budaya kerja aparatur, mulai dari ketepatan waktu hingga penyelesaian pekerjaan dan peningkatan kualitas pelayanan.
Rencana gedung parkir bertingkat dan perubahan area parkir menjadi ruang hijau kini menjadi bagian dari agenda penataan kawasan Pemkot Bekasi. Realisasinya akan bergantung pada hasil kajian dan keputusan pemerintah daerah selanjutnya. ***













