Scroll untuk baca artikel
PertanianUncategorized

Pupuk Subsidi Khusus Tanaman Jagung dan Padi, Januari Ini Dipastikan Bertambah

×

Pupuk Subsidi Khusus Tanaman Jagung dan Padi, Januari Ini Dipastikan Bertambah

Sebarkan artikel ini

JAKARTA – Kementerian Pertanian memastikan bulan ini ada tambahan pupuk subsidi untuk produksi padi dan jagung. Hal ini menjadi kabar gembira bagi petani Indonesia.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa tambahan ini bahkan mencapai 7,2 juta dan akan digelontorkan bersamaan dengan benih gratis sebanyak 2 juta hektare.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Dikatakan bahwa penambahan pupuk dan pendistribusian benih gratis ini merupakan bagian dari rangkaian tambahan anggaran yang dikucurkan pemerintah sebesar 14 triliun.

“Subsidi pupuk untuk padi naik. Kenaikannya bahkan 2 kali lipat. Saya berharap Informasi ini sampai ke masyarakat di mana jumlah pupuk kita yang tersedia sebanyak 7,2 juta ton,”ujar Mentan kemarin.

BACA JUGA :  Carut Marut Pendistribusian Pupuk Subsidi, Karena Responsif Daerah Lambat

Kemudian untuk benih padi dan jagung kami tambah 2 juta hektare dan diharapkan dalam 3 tahun Indonesia bisa swasembada.

Mentan mengatakan, sejauh ini benih yang akan disiapkan adalah benih unggul sesuai dengan kebutuhan petani.

Pemerintah menjamin, pemberian benih dibagikan secara gratis melalui mekanisme dan aturan yang berlaku.

“Benih yang kita bagikan adalah benih unggul. Kita siapkan benih sesuai dengan kebutuhan petani dan sekarang sudah jalan. Kenaikan bibit ini merupakan intensif el nino yang kita berikan agar petani tetap berproduksi,” katanya.

Selain padi dan jagung, kementan juga terus fokus pada peningkatan produksi lainya seperti bawang merah, cabai dan juga upaya penanaman bawang putih dalam negeri seperti yang diatur dalam ketentuan rekomendasi impor produk hortikultura atau RIPH.

BACA JUGA :  Kementan Ingatkan Pupuk Subsidi Harus Tepat Sasaran

“Bawang merah kita swasembada terus dan kita sudah ekspor sejak 2017. Bahkan ayam dan telur juga kita sudah swasembada,” katanya.

Kepala Bapanas, Arief Prasetyo Adi mengatakan bahwa pihaknya siap berkolaborasi dengan kementerian pertanian terutama pada proses penyerapan yang akan berlangsung pada Maret dan April mendatang.

“Pokoknya apapun untuk memperkuat ketahanan pangan kita akan dilakukan. Kami siap menyerap dari hasil produksi yang dilakukan kementan,” jelasnya.***