Scroll untuk baca artikel
INFO WAWAI

Tiga Hari Tak Masuk Kerja, Perempuan Asal Tanggamus Ditemukan Membusuk di Kontrakan Tangerang

×

Tiga Hari Tak Masuk Kerja, Perempuan Asal Tanggamus Ditemukan Membusuk di Kontrakan Tangerang

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi
ilustrasi mayat

TANGERANG – Kabar duka datang dari seorang perempuan asal Kabupaten Tanggamus, Lampung. N (38), karyawan pabrik yang merantau ke Kabupaten Tangerang, ditemukan meninggal dunia di rumah kontrakannya setelah tiga hari tidak masuk kerja.

Jenazah korban ditemukan dalam kodisi membusuk di Kampung Tanjung, Desa Suka Asih, Kecamatan Pasar Kemis, Kamis (8/10/2026) sekitar pukul 17.00 WIB.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Penemuan itu bermula ketika pihak perusahaan berusaha mencari tahu keberadaan N yang tidak kunjung masuk kerja selama tiga hari berturut-turut. Pengecekan kemudian dilakukan ke tempat tinggal korban.

Namun, setibanya di kontrakan, saksi mendapati pintu rumah dalam keadaan terkunci. Upaya mengetuk pintu beberapa kali tidak mendapat jawaban dari dalam.

BACA JUGA :  Apa Kabar Pemekaran Lampung Tenggara?

Kapolsek Pasar Kemis AKP Humaedi mengatakan, kecurigaan muncul ketika saksi mencium bau menyengat dari sekitar rumah. Sejumlah lalat juga terlihat di lokasi.

Saksi kemudian mencoba memeriksa bagian dalam rumah melalui lubang ventilasi. Dari situ, korban terlihat sudah tergeletak dalam posisi telungkup.

“Setelah diintip lebih jelas melalui ventilasi rumah, terlihat korban atau jenazah dalam posisi telungkup dan sudah membusuk,” kata Humaedi, Jumat (9/10/2026).

Pihak perusahaan selanjutnya melaporkan temuan tersebut kepada kepolisian. Petugas mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan awal dan berkoordinasi dengan Unit Identifikasi Polresta Tangerang serta RSUD Balaraja.

Polisi Belum Pastikan Penyebab Kematian

Dari pemeriksaan awal di tempat kejadian perkara (TKP), polisi belum menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

BACA JUGA :  Inilah Makanan Pengganti Tempe dan Tahu yang Kaya Protein

Sejumlah barang milik N, termasuk sepeda motor dan telepon genggam, juga masih berada di dalam kontrakan.

Meski demikian, temuan awal tersebut belum cukup untuk memastikan penyebab kematian korban. Polisi tidak dapat menyimpulkan apakah korban meninggal karena sakit atau faktor lainnya hanya berdasarkan pemeriksaan di lokasi.

Menurut Humaedi, keluarga korban telah datang dan mengajukan permohonan agar jenazah tidak diautopsi. Pemeriksaan akhirnya hanya dilakukan secara luar.

“Dari keluarganya sudah datang dan membuat permohonan untuk tidak dilakukan autopsi. Jadi, hanya visum luar saja,” ujarnya.

Setelah penanganan selesai, jenazah dibawa keluarga ke Lampung untuk dimakamkan.

“Informasinya, korban sudah dibawa pulang ke Lampung untuk dimakamkan,” kata Humaedi.

Polisi Ingatkan Warga Lebih Peduli Lingkungan

BACA JUGA :  Jokowi Puji Kerajinan Tas Kulit Dipadu Kain Tapis Khas Tanggamus

Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kepedulian terhadap lingkungan tempat tinggal, terutama di kawasan kontrakan yang penghuninya mungkin tinggal jauh dari keluarga.

Kapolsek Pasar Kemis mengimbau masyarakat agar segera mencari informasi atau melapor apabila mendapati penghuni yang tidak terlihat beraktivitas selama beberapa hari dan menunjukkan kondisi tidak biasa.

Warga dapat menyampaikan laporan kepada pengurus lingkungan maupun kepolisian. Pelaporan juga bisa dilakukan melalui layanan darurat Polri 110 yang dapat diakses gratis selama 24 jam.

“Untuk melaporkan ke polisi tidak perlu datang ke kantor, karena sekarang ada panggilan telepon 110 yang gratis. Kapan pun, 24 jam kita aktif, dan kita yang akan mendatangi tempat kejadiannya,” tutup Humaedi.