LAMPUNG UTARA — Suasana berbeda terasa di laboratorium komputer SMPN 2 Abung Semuli, Lampung Utara pada pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang berlangsung sejak 6 hingga 9 April 2026.
Deretan siswa tampak serius menatap layar komputer, sesekali terlihat berdiskusi ringan dengan pengawas, mencerminkan semangat baru dalam proses evaluasi pembelajaran.
Pelaksanaan TKA tahun ini tidak sekadar menjadi ajang ujian biasa. Kepala SMP Negeri 2 Abung Semuli, Febriyanto menyampaikan bahwa kegiatan ini memberikan pengalaman baru bagi siswa. Jika sebelumnya pembelajaran cenderung bersifat teoritis, melalui TKA siswa diajak untuk lebih mengaplikasikan pengetahuan yang telah dipelajari.
“Anak-anak mendapatkan pengalaman belajar yang berbeda. Mereka tidak hanya mengingat teori, tetapi juga mengaplikasikannya secara langsung melalui sistem yang terintegrasi,” ujarnya.
Kegiatan yang dipusatkan di laboratorium komputer sekolah ini berjalan sesuai jadwal yang telah ditentukan. Selama empat hari pelaksanaan, seluruh peserta mengikuti ujian secara bergantian dengan pengawasan ketat namun tetap kondusif.
Dalam pelaksanaannya, berbagai pihak turut terlibat. Kepala sekolah bertindak sebagai penanggung jawab utama, didukung oleh sejumlah guru yang tergabung dalam panitia.
Selain itu, terdapat guru yang bertugas sebagai proktor dan teknisi guna memastikan sistem berjalan optimal. Pengawasan juga diperkuat dengan kehadiran pengawas silang dari SMPN 1 Abung Semuli.
Febriyanto menjelaskan, pelaksanaan TKA tahun ini dinilai memiliki peran penting, baik bagi siswa maupun sekolah. Selain menjadi tolak ukur kualitas pendidikan, hasil TKA juga menjadi salah satu syarat bagi siswa untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan berikutnya.
Selama pelaksanaan, lanjut dia, kegiatan berjalan lancar meski sempat menghadapi kendala teknis berupa gangguan pada server pusat. Namun, berkat kesiapan tim teknis, hambatan tersebut dapat segera diatasi tanpa mengganggu jalannya ujian secara signifikan.
Dengan berakhirnya TKA, pihak sekolah berharap hasil yang diperoleh dapat menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan mutu pendidikan ke depan, sekaligus membekali siswa dengan pengalaman belajar yang lebih aplikatif dan relevan. ***













