WAWAINEWS – Menjelang hari besar nasional, kebutuhan minyak goreng di Kota Bandar Lampung semakin meningkat.
“Menjelang hari-hari besar nasional konsumsi minyak goreng meningkat 5-10 persen” kata Kepala Dinas Pangan Kota Bandar Lampung, I Kadek Sumartha, Kamis (10/2/22).
Berdasarkan catatan Dinas Pangan Kota Bandar Lampung, kebutuhan minyak goreng mencapai 2.536 ton per bulan dengan jumlah penduduk 1.185.745 jiwa di Kota Bandar Lampung.
“Sebulan rata-rata kebutuhan minyak goreng di Bandar Lampung 2.536 ton atau konsumsi minyak goreng per kapita per hari sebesar 70 gram/kap/hari” ujarnya
Ia merinci konsumsi minyak goreng tahun 2021 yakni di bulan Mei (2.573), Juni (2.450), Juli (2.573), Agustus (2.573), September (2.450), Oktober (2.573), November (2.473), Desember (2.373) ton.
Namun beberapa bulan terakhir, harga crude palm oil/ CPO mengalami kenaikan, sehingga minyak goreng juga naik.
Pemerintah pusat pun telah membuat harga eceran tertinggi (HET) Rp14 ribu per liter, namun minyak goreng masih langka.
“Kabarnya hari ini stok minyak goreng untuk Bandar Lampung masuk, kemarin baru kita cek” kata Wali Kota Eva Dwiana.
Menurutnya, ketika terjadi penimbunan minyak goreng, maka akan disanksi sesuai dengan aturan kepolisian.
“Penimbunan akan ada sanksi dong, nanti kita serahkan ke Polresta,” ujarnya.
Ia juga berharap para distributor dapat menyalurkan minyak goreng tanpa adanya penimbunan. Apa yang sudah menjadi hak masyarakat segera disalurkan.
“Harganya kan sudah turun dari pusat, nanti kita cek kembali, kalau ada kelangkaan akan di cek lagi,” jelasnya.







