TANGGAMUS — Keluhan soal kondisi jalan akhirnya mendorong warga Pekon Sinar Jawa, Kecamatan Air Naningan, Kabupaten Tanggamus, turun tangan secara langsung.
Ratusan warga bergotong royong mengecor dua titik tanjakan yang dinilai rawan kecelakaan, yakni tanjakan Semidang dan Sukoharjo, Sabtu (26/9/2026).
Menariknya, material pembangunan jalan tersebut tidak sepenuhnya menunggu anggaran pemerintah. Warga dari sejumlah dusun mengumpulkan iuran secara swadaya untuk membeli semen, pasir, dan batu split.
Sejak pagi, warga terlihat bergotong royong mengerjakan pengecoran di dua lokasi yang selama ini menjadi perhatian masyarakat. Kegiatan gotong royong itu dihadiri langsung Kepala Pekon Sinar Jawa Hadi Hariyanto.
Usai kegiatan, Hadi Hariyanto menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang ikut turun langsung memperbaiki akses jalan tersebut yang selama ini meniadi keluhan.
Menurut Hadi, pekerjaan itu dapat terlaksana karena adanya kebersamaan antara pemerintah pekon dan masyarakat.
“Alhamdulillah, berkat kerja sama yang baik, kegiatan di tanjakan Semidang dan Sukoharjo berjalan dengan lancar,” kata Hadi.
Biaya pembelian material, jelas Hadi, berasal dari iuran masyarakat yang berada di Dusun II, III dan IV.
“Untuk pembelian material seperti semen, pasir dan batu split, didapat dari iuran warga,” ujarnya.
Hadi mengatakan, kondisi di dua titik tanjakan tersebut selama ini dikeluhkan warga. Bahkan, menurut dia, sejumlah warga pernah mengalami kecelakaan ketika melintasi lokasi tersebut.
Ia mengungkapkan pengguna jalan yang mengantar maupun menjemput anak sekolah menjadi salah satu kelompok yang kerap melintasi kawasan tersebut.
“Di titik tanjakan ini banyak sekali yang mengalami kecelakaan, terutama emak-emak saat antar jemput anak sekolah di PAUD dan SD,” ungkapnya.
Kondisi tersebut, lanjut Hadi, menjadi salah satu alasan pemerintah pekon bersama masyarakat mengambil langkah perbaikan melalui gotong royong.
Hadi menyebut persoalan kondisi jalan bukan hanya menjadi keluhan sebagian kecil masyarakat. Hampir seluruh warga Pekon Sinar Jawa menyampaikan keluhan terkait kondisi akses jalan.
Di tengah keterbatasan anggaran yang disebutnya terjadi setelah adanya pemangkasan Dana Desa, pemerintah pekon memilih merespons keluhan tersebut dengan mengajak masyarakat mencari solusi secara bersama-sama.
“Kami tetap menyikapi keluhan warga secara positif. Kami berembuk, mengajak warga untuk bersama-sama berswadaya dan bergotong royong,” pungkas Hadi.
Perbaikan secara swadaya tersebut menjadi bentuk kepedulian warga terhadap akses jalan yang mereka gunakan sehari-hari, sembari menunggu penanganan yang lebih permanen apabila nantinya tersedia dukungan anggaran pemerintah. ***










