BANDAR LAMPUNG — Kursi Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek (RSUDAM) Provinsi Lampung mendadak ikut menjadi sorotan menjelang agenda mutasi pejabat eselon II Pemerintah Provinsi Lampung, Selasa (6/10/2026).
Nama Imam Ghozali dikabarkan masuk dalam gerbong perombakan pejabat pimpinan tinggi pratama. Ia disebut-sebut bakal dicopot dari jabatan Direktur RSUDAM.
Namun, sampai menjelang agenda pelantikan, kabar tersebut belum mendapatkan konfirmasi resmi dari Pemerintah Provinsi Lampung.
Situasi ini membuat kursi Direktur RSUDAM seolah berada di ruang tunggu: kabarnya sudah beredar, tetapi keputusan resminya masih menunggu pintu pelantikan dibuka.
Pelantikan dan mutasi pejabat eselon II Pemprov Lampung dijadwalkan berlangsung pukul 14.00 WIB.
Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Lampung Rendi Riswandi membenarkan adanya agenda mutasi sekaligus pelantikan pejabat eselon II tersebut.
Namun, Rendi memilih belum membuka daftar nama pejabat yang akan terkena rotasi, termasuk memastikan nasib Imam Ghozali.
“Memang nanti rencananya jam 14.00 WIB ada pelantikan. Memang ada mutasi, tapi siapa-siapa nanti kita lihat setelah pelantikan,” kata Rendi.
Ketika ditanya secara spesifik mengenai kabar Imam Ghozali yang disebut dicopot dari jabatan Direktur RSUDAM, Rendi mengaku belum mengetahui informasi tersebut.
“Kabar berita Pak Imam itu dicopot, belum tahu. Tapi memang nanti ada mutasi dan pelantikan,” ujarnya.
Pernyataan tersebut sekaligus mempertegas bahwa hingga sebelum pelantikan, informasi mengenai pergantian pucuk pimpinan RSUDAM masih sebatas kabar yang beredar dan belum dapat dipastikan sebagai keputusan resmi Pemprov Lampung.
Kursi Direktur RSUDAM Jadi Sorotan
RSUDAM merupakan salah satu rumah sakit rujukan utama di Provinsi Lampung. Karena itu, perubahan pucuk pimpinan rumah sakit milik pemerintah daerah tersebut bukan sekadar rotasi jabatan biasa.
Jika Imam Ghozali benar diganti, publik tentu akan menunggu siapa yang ditunjuk untuk memimpin RSUDAM berikutnya dan apa pertimbangan di balik perubahan tersebut.
Sebaliknya, apabila kabar pencopotan itu tidak terbukti, maka agenda mutasi kali ini setidaknya memperlihatkan bagaimana isu pergantian pejabat dapat lebih dulu beredar sebelum keputusan pemerintah diumumkan secara resmi.
Di titik inilah pelantikan pukul 14.00 WIB menjadi penentu.
Nama-nama yang selama ini beredar akan diuji oleh keputusan resmi. Sebab dalam urusan mutasi pejabat, kabar boleh berlari kencang, tetapi surat keputusan tetap menjadi garis finisnya.
Hingga berita ini diterbitkan, Pemprov Lampung belum memberikan keterangan resmi mengenai apakah Imam Ghozali tetap menjabat Direktur RSUDAM atau masuk dalam daftar pejabat yang dimutasi.
Kepastian mengenai posisi Direktur RSUDAM dan susunan pejabat eselon II Pemprov Lampung lainnya baru dapat diketahui setelah prosesi pelantikan berlangsung. ***












