Pengelola SPPG juga diminta menjelaskan pelaksanaan standar operasional prosedur (SOP), mulai dari bahan makanan diterima hingga makanan selesai didistribusikan.
Suaidi menekankan pentingnya kedisiplinan menjalankan SOP karena berkaitan langsung dengan keamanan makanan yang dikonsumsi penerima manfaat.
“SPPG di Kecamatan Kotaagung Barat ini ada dua. Alhamdulillah SOP-nya sudah bagus, mulai dari barang masuk, pengolahan, distribusi sampai pembuangan pipanya,” katanya.
Ia meminta standar tersebut tidak hanya berjalan saat dilakukan pemeriksaan, tetapi menjadi kebiasaan dalam operasional sehari-hari.
Perjalanan dilanjutkan ke SDN 1 Gedung Jambu. Sekolah tersebut menjadi salah satu penerima program revitalisasi.
Suaidi memeriksa langsung bagian bangunan yang tengah dikerjakan. Ia juga berdialog dengan kepala sekolah dan panitia pelaksana mengenai tahapan pekerjaan serta progres pembangunan.
Pengecekan lapangan dilakukan untuk melihat kesesuaian pekerjaan dengan rencana revitalisasi.
Di sela kunjungan, Suaidi juga berbincang dengan siswa kelas VI. Ia menanyakan cita-cita para siswa sekaligus memberikan motivasi agar mereka tidak berhenti belajar setelah lulus sekolah dasar.
Menurutnya, pembangunan pendidikan tidak semata-mata berkaitan dengan gedung sekolah, tetapi juga bagaimana memastikan anak-anak memiliki kesempatan untuk melanjutkan pendidikan dan mengembangkan masa depan.
Agenda berikutnya menyasar Koperasi Desa Merah Putih di Pekon Kalimiring. Di lokasi itu, Suaidi mengecek kesiapan fasilitas dan menanyakan langsung kepada pemerintah pekon mengenai status serta kesiapan lahan.
Rombongan kemudian melihat usaha BUMDes berupa peternakan ayam petelur. Usaha tersebut dinilai memiliki peluang untuk dikembangkan karena menghasilkan komoditas yang dibutuhkan masyarakat sehari-hari.
Suaidi berdialog dengan pengelola mengenai jumlah ayam, kebutuhan pakan, produksi telur dan potensi keuntungan usaha.
Bahkan, produksi telur dari BUMDes tersebut dinilai berpeluang mendukung kebutuhan SPPG sepanjang memenuhi persyaratan kualitas dan standar yang ditetapkan.
Konsep semacam ini dinilai dapat menciptakan mata rantai ekonomi di tingkat pekon, sehingga produk masyarakat tidak hanya dijual keluar daerah, tetapi juga dapat memenuhi kebutuhan program pemerintah di wilayah sendiri.
Kunjungan kemudian berlanjut ke Koperasi Desa Merah Putih Pekon Kanyangan. Selain mengecek kesiapan fasilitas, Suaidi melihat kendaraan yang telah diterima untuk mendukung operasional koperasi tersebut.
Setelah seluruh rangkaian kunjungan, Suaidi menilai penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik di Kecamatan Kotaagung Barat secara umum berjalan baik.
Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah tingkat koordinasi antara pemerintah kecamatan dengan pemerintah pekon.













