Menurutnya, kehadiran seluruh kepala pekon dalam evaluasi tersebut menjadi salah satu indikator positif.
“Kalau kita hadir di kantor kecamatan dan kita minta berkoordinasi dengan pekon, tetapi banyak pekonnya tidak hadir, itu indikasi pemerintahan kecamatan tidak bagus. Tetapi ini alhamdulillah 16 pekon hadir semua,” ungkapnya.
Suaidi mengatakan pejabat kecamatan tidak cukup hanya menjalankan tugas administratif. Mereka juga harus mampu membangun komunikasi dengan pemerintah pekon, masyarakat dan unsur pimpinan kecamatan.
“Yang dituntut untuk pejabat di kecamatan itu bagaimana dia bisa berkoordinasi dengan seluruh perangkat pekon dan seluruh elemen masyarakat ataupun uspika yang ada di kecamatan, supaya koordinasinya berjalan baik. Dan Kotaagung Barat, alhamdulillah kami lihat berjalan baik,” ujarnya.
Di tengah keterbatasan anggaran daerah, Suaidi mengatakan Pemkab Tanggamus masih berupaya membuka peluang pembangunan melalui koordinasi dengan pemerintah pusat dan kementerian.
Ia menyebut Bupati Tanggamus terus melakukan komunikasi untuk mendapatkan program pembangunan yang dapat dibawa ke daerah.
“Pak Bupati tidak putus asa. Beliau terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan seluruh kementerian untuk mendapatkan program-program pembangunan bagi wilayah Kabupaten Tanggamus,” pungkasnya.
Rangkaian evaluasi dan peninjauan lapangan tersebut kemudian ditutup dengan makan siang bersama di Kantor Kecamatan Kotaagung Barat. ***













