Irigasi Way Curup Disebut Penyebab Ratusan Hektar Sawah di Mataram Baru Tak Lagi Produktif

Irigasi Way Curup kerap banjir mengakibatkan ratusan hektar areal sawah warga di dua desa tidak lagi produktif
Irigasi Way Curup kerap banjir mengakibatkan ratusan hektar areal sawah warga di dua desa tidak lagi produktif

WAWAINEWS - Irigasi Way Curup di Mataram Baru, Lampung Timur disebut membuat ratusan hektar sawah warga di Desa Rajabasa Baru dan Srimenanti di wilayah Lampung Timur, tidak lagi produktif.

Hal tersebut akibat banjir dari bendungan air Irigasi Way Curup di Mataram Baru yang masuk hingga ke areal sawah milik petani setempat.

“Ada 100 hektar lebih, areal sawah terdampak banjir akibat luapan irigasi Way Curup. Hal itu dirasakan oleh petani dari Dusun Merbo Desa Rajabasa Baru dandusun Kampung Baru desa Srimenanti,”papar Rustam, dilansir Wawai News dari R24, Rabu (22/06/2022).

Dikatakan bahwa luapan air dari Irigasi Way Curup tersebut biasanya mencapai 50 CM masuk ke areal persawahan. Hal itu berdampak pada produktivitas pertanian.

Menurutnyua dulu lahan di dua desa itu bisa dua kali panen dalam setahun, tapi saat ini tidak lagi produktif untuk ditanami padi.

Selain tempatnya yang strategis, lahan tersebut juga sangat subur bahkan, mampu menghasilkan 6-7 ton dalam satu hektare.

"Sekarang lahan persawahan di jalur air Way Curup sejak 3 tahun ini rusak dan penuh tumbuhan rumput liar,”ucapnya.

Ia berharap, kepada pihak pemerintah terkait untuk dapat membantu menemukan solusi bagi pemilik lahan persawahanya yang terdampak banjir.

Potensi sawah ini sangtalah subur sebelum ada bendungan yang berakibat luapan air

Rustam dan warga lainnya berencana akan melakukan pertemuan dengan pemilik sawah yang terdampak banjir guna mencari solusi.

"Rencananya akan ngumpulin para pemilik sawah dulu, kalau memang perlu ya kita akan datangi kantor Bupati minta solusi,"tutupnya.***

Penulis:

Baca Juga